Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 11:51 WIB

Djoko Susilo Mangkir, Saatnya SBY Turun Tangan

Oleh : Agus Rahmat | Jumat, 28 September 2012 | 16:47 WIB
Djoko Susilo Mangkir, Saatnya SBY Turun Tangan
Djoko Susilo - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Mangkirnya Irjen (Pol) Djoko Susilo, tersangka kasus simulator SIM Korlantas Mabes Polri, dari pemanggilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bisa diatasi oleh Presiden. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta turun tangan.

"Yang harus mendorong berjalannya penyidikan adalah Presiden karena KPK dan Polri di bawah Presiden bersama Kejaksaan. Mereka berdua adalah elemen unit Inpres penindakan dan pencegahan korupsi yang di bawah koordinasi Presiden," jelas anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari, di Jakarta, Jumat (28/9/2012).

Tidak hadirnya Djoko dari panggilan KPK, semakin memperburuk citra Polri. Selain itu, semakin mempertajam persepsi masyarakat kalau ada hubungan yang tidak harmonis antara KPK dengan Polri. "DPR tidak intervensi hukum, kita pengawasan," pintanya.

Komisi III mendorong agar lembaga-lembaga hukum yaitu KPK, Kejaksaan dan Polri terus bersinergi. Hanya saja, dengan kasus ini, seharusnya Presiden bisa turun. Apalagi, Presiden sudah mengatakan kalau menjadi panglima dalam pemberantasan korupsi.

"Untuk pelaksanaan hukum penanggungjwb dan komandannya adalah Presiden. Jadi presidenlah yang harus turun tangan," tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Komentar

x