Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 27 Juli 2017 | 01:45 WIB

Tawuran Pelajar Marak

PAN: Kurikulum Budi Pekerti Harus Diatur Lagi

Oleh : Ajat M Fajar | Kamis, 27 September 2012 | 12:30 WIB
PAN: Kurikulum Budi Pekerti Harus Diatur Lagi
Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menilai maraknya aksi tawuran dikalangan pelajar disebabkan hilangnya kurikulum budi pekerti luhur di sistem pendidikan Indonesia.

Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy mengatakan, ada tiga faktor yang mendasari maraknya aksi tawuran di lingkungan pendidikan yakni lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

"Menurut pendapat saya, ketiganya mempunyai andil besar membentuk kepribadian anak. Di keluarga tidak mendapatkan kebahagiaan, di sekolah tidak ada lagi pendidikan budi pekerti luhur, masyarakat yang cenderung pragmatis dan materialis serta media yang tidak mendidik dan bahkan liberal tanpa ada filter," ujar Tjatur di Gedung DPR, Senayan, Kamis (27/9/2012).

Menurut dia, dengan kondisi seperti ini menjadi warning bagi pemerintah untuk kembali meninjau ulang sistem pendidikan yang ada di Indonesia. "Negara harus melakukan review dan hadir menata kembali ketiganya," tutur dia.

Tjatur menambahkan, langkah konkret yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan menyediakan sebuah kementerian yang konsen untuk menangani tiga hal penting pembentukan karakter generasi muda.

"Menteri pemberdayaan perempuan diganti menjadi menteri pemberdayaan keluarga. Lakukan sensor kepada media yang menampilkan seks dan kekerasan. Reorientasi pendidikan yang lebih substansi seperti life skill, SQ dan EQ daripada sekedar IQ yang diterjemahkan dalam angka-angka mati," tandasnya. [yeh]

 
Embed Widget

x