Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 30 Agustus 2015 | 12:58 WIB
Hide Ads

Effendi Tantang Gumilar Laporkan Dirinya ke Polisi

Oleh : Firman Qusnul Yakin | Minggu, 23 September 2012 | 21:30 WIB
Effendi Tantang Gumilar Laporkan Dirinya ke Polisi
Effendi Ghazali - ist

INILAH.COM, Jakarta - Aktifis Save Universitas Indonesia (UI) Effendi Ghazali menantang balik Mantan Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri untuk membuktikan ancamannya yang akan melaporkan balik dirinya dan Save UI ke Polisi.

"Jika memang mau dilaporkan harus sejak dulu. Kami masih menunggu laporan itu," ujar Effendi, seusai diskusi Forum Keamanan Nasional Indonesia di RM Banyuwangi, Minggu (23/9/12).

Lebih dikatakan Effendi, Save UI menyambut positif dengan dimulainya penyelidikan kasus dugaan korupsi yang terjadi di kampus UI itu karena selama ini Save UI telah mengetahui sejak lama adanya kejanggalan yang terjadi di UI.

Untuk itu, Ia mendorong KPK untuk segera menuntaskan kasus dugaan korupsi yang dilaporkan oleh Save UI itu.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki dugaan korupsi dalam pengadaan Information Technology (IT) Perpustakaan Universitas Indonesia (UI). Dalam menyelidiki pengadaan itu, KPK telah memeriksa bekas Rektor UI, Gumilar R Soemantri.

Mantan Rektor UI Gumilar seusai diperiksa KPK mengatakan jika dirinya akan melaporkan balik Save UI yang menyudutkan dirinya.

Kasus dugaan korupsi ini bermula kala Badan Pemeriksa Keuangan menemukan dan melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan pimpinan Universitas Indonesia. BPK menemukan potensi kerugian negara Rp 41 miliar.

Dugaan korupsi di Universitas Indonesia itu terjadi pada pengalihan fungsi lahan bekas asrama Pegangsaan Timur (PGT) di daerah Cikini, Jakarta Pusat. Dengan total kerugian Negara diperkirakan mencapai Rp. 41 miliar.

Lahan seluas 23.583 meter yang seharusnya berada di bawah kewenangan Kementerian Keuangan tersebut telah dialihfungsikan oleh pimpinan Universitas Indonesia tanpa sepengetahuan Kementerian Keuangan. Sementara terkait kasus asset PGT, BPK telah menemukan bukti bahwa Rektor Universitas Indonesia (UI) telah melego asset kampus berupa asrama tersebut. Padahal, di lokasi yang dikerjasamakan dengan pihak swasta itu akan dibangun sebuah guest house UI.[dit]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.