Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 3 Agustus 2015 | 09:35 WIB
Hide Ads

Kejagung Periksa Tersangka Chevron Pekan Depan

Oleh : Renny Sundayani | Sabtu, 22 September 2012 | 18:08 WIB

Berita Terkait

Kejagung Periksa Tersangka Chevron Pekan Depan
IST

INILAH.COM, Jakarta - Tujuh tersangka dalam perkara kasus dugaan korupsi bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pekan depan akan diperiksa kembali oleh tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus).

"Pekan depan, kemungkinan Rabu 26 September, semua tersangka akan dipanggil untuk diperiksa kembali," kata Direktur Penyidikan Arnold Angkaow, di Kejaksaan Agung, Sabtu (22/9/2012).

Sementara terkait keberadaan salah satu tersangka Alexiat Tirtawidjaja, yang berada di California, Amerika Serikat, Arnold mengaku telah mengirimkan surat panggilan pekan lalu, terhadap mantan General Manager Sumatera Light North (SLN) Operation PT CPI tersebut.

"Kita sudah panggil dia, nanti tunggu jawaban dia. Kita upayakan dia hadir dan memberikan penjelasan kalau tidak dia rugi sendiri," ujarnya.

Namun Arnold belum dapat memastikan apakah pemeriksaan ke tujuh tersangka itu akan dilakukan penahanan. "Sabar saja dulu, kita lihat perkembangan ke depan, mudah-mudahan lebih cepat."

Sementara untuk membidik tersangka baru dari pihak BP Migas dan Kementerian Lingkungan Hidup, Kejagung masih meneliti pihak yang terkait. "Kalau ada bukti keterlibatan mereka tidak hanya BP Migas dan KLH siapa saja ya harus minta pertanggungjawaban mereka akan kita panggil," ujarnya.

Arnold menambahkan saat ini tim penyidik Kejagung sekitar empat orang tengah berada di lokasi bioremediasi Duri, Riau, untuk mengambil barang bukti baset-aset dari bioremediasi tersebut.

"Empat orang, Tim sedang berada di Riau, lagi melakukan penyitaan dan barang-barang, aset para tersangka. Sejak Rabu (19 September)," ucapnya.

Seperti diketahui Kejagung telah menetapkan tujuh tersangka atas perkara ini. Kelima tersangka berasal dari PT CPI. Mereka yakni, Endah Rubiyanti (ER), Widodo (WID), Kukuh (KK), Bachtiar Abdul Fatah (BAF), dan Alexiat.

Sedangkan dua tersangka lain dari perusahaan swasta kelompok kerjasama (KKS) yakni, Direktur PT Green Planet Indonesia (GPI) Ricksy Prematuri (RP) dan Herlan (HL) selaku Direktur PT Sumigita Jaya.

Namun sampai kini, status para tersangka dalam perkara proyek bioremediasi senilai US$270 juta belum ditahan. Mereka hanya dikenakan status pencegahan keberangkatan ke luar negeri, kecuali Alexiat yang beralasan tengah mendampingi suaminya yang sedang sakit di Amerika Serikat. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.