Kamis, 18 Desember 2014 | 21:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kejagung Periksa Tersangka Chevron Pekan Depan
Headline
IST
Oleh: Renny Sundayani
nasional - Sabtu, 22 September 2012 | 18:08 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Tujuh tersangka dalam perkara kasus dugaan korupsi bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pekan depan akan diperiksa kembali oleh tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus).

"Pekan depan, kemungkinan Rabu 26 September, semua tersangka akan dipanggil untuk diperiksa kembali," kata Direktur Penyidikan Arnold Angkaow, di Kejaksaan Agung, Sabtu (22/9/2012).

Sementara terkait keberadaan salah satu tersangka Alexiat Tirtawidjaja, yang berada di California, Amerika Serikat, Arnold mengaku telah mengirimkan surat panggilan pekan lalu, terhadap mantan General Manager Sumatera Light North (SLN) Operation PT CPI tersebut.

"Kita sudah panggil dia, nanti tunggu jawaban dia. Kita upayakan dia hadir dan memberikan penjelasan kalau tidak dia rugi sendiri," ujarnya.

Namun Arnold belum dapat memastikan apakah pemeriksaan ke tujuh tersangka itu akan dilakukan penahanan. "Sabar saja dulu, kita lihat perkembangan ke depan, mudah-mudahan lebih cepat."

Sementara untuk membidik tersangka baru dari pihak BP Migas dan Kementerian Lingkungan Hidup, Kejagung masih meneliti pihak yang terkait. "Kalau ada bukti keterlibatan mereka tidak hanya BP Migas dan KLH siapa saja ya harus minta pertanggungjawaban mereka akan kita panggil," ujarnya.

Arnold menambahkan saat ini tim penyidik Kejagung sekitar empat orang tengah berada di lokasi bioremediasi Duri, Riau, untuk mengambil barang bukti baset-aset dari bioremediasi tersebut.

"Empat orang, Tim sedang berada di Riau, lagi melakukan penyitaan dan barang-barang, aset para tersangka. Sejak Rabu (19 September)," ucapnya.

Seperti diketahui Kejagung telah menetapkan tujuh tersangka atas perkara ini. Kelima tersangka berasal dari PT CPI. Mereka yakni, Endah Rubiyanti (ER), Widodo (WID), Kukuh (KK), Bachtiar Abdul Fatah (BAF), dan Alexiat.

Sedangkan dua tersangka lain dari perusahaan swasta kelompok kerjasama (KKS) yakni, Direktur PT Green Planet Indonesia (GPI) Ricksy Prematuri (RP) dan Herlan (HL) selaku Direktur PT Sumigita Jaya.

Namun sampai kini, status para tersangka dalam perkara proyek bioremediasi senilai US$270 juta belum ditahan. Mereka hanya dikenakan status pencegahan keberangkatan ke luar negeri, kecuali Alexiat yang beralasan tengah mendampingi suaminya yang sedang sakit di Amerika Serikat. [mvi]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER