Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 31 Januari 2015 | 18:35 WIB
Hide Ads

Kapolri: Jangan Biarkan Anarkisme Terjadi

Oleh : Renny Sundayani | Sabtu, 22 September 2012 | 05:17 WIB
Kapolri: Jangan Biarkan Anarkisme Terjadi
Kapolri, jenderal Timur Pradopo - inilah.com/wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Kapolri, jenderal Timur Pradopo mengungkapkan bahwa tugas jajaran kepolisian untuk kedepannya akan bertambah kompleks. Ini terlihat dari konflik antar warga, kriminalisme, tirani mayoritas terhadap minoritas hingga aksi terorisme.

Karena itu dirinya mengimbau agar tidak ada anggotanya yang terkesan kurang responsif atau membiarkan anarkisme terjadi. "Jangan sampai ada kesan kita kurang responsif atau membiarkan anarkisme terjadi. Kita dituntut makin cermat dan gigih," tegasnya, Jumat (21/9/2012).

Hal itu diungkapkan usai melantik Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Suhardi Alius menggantikan Irjen Anang Iskandar yang kini menjabat Gubernur Akpol Semarang.

Selain itu dirinya juga melantik empat Kapolda diantaranya Kapolda Papua Irjen M Tito Carnavian yang sebelumnya dijabat oleh Irjen Bigman Lumban Tobing, kini menjabat Analis Kebijakan Utama Pembinaan Pendidikan dan Latihan/Bindiklat Lemdikpol. Selanjutnya Kapolda Bengkulu Brigjen Albertus Julius Benny Mokalu menggantikan Brigjen Burhanuddin Andi yang kini menempati posisi Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri.

Sementara itu Brigjen Budi Hartono Untung kini menjabat Kapolda Bangka Belitung (Babel) menggantikan Brigjen M Rum Murkal yang kini menjabat Widyaswara Utama Sespim Polri. Kemudian Kapolda NTB Brigjen Mochamad Irawan menggantikan Brigjen Arif Wachyudin yang kini menjabat Staf Ahli Sospol Kapolri.

Pergantian sejumlah perwira tinggi Polri ini merupakan bentuk regenerasi internal dalam menyongsong tugas dalam menghadapi dinamika tugas yang makin rumit dan penuh risiko di masa mendatang. [ton]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

34721

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.