Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 30 Agustus 2015 | 20:55 WIB
Hide Ads

Didi Irawadi: Penyidik Ditarik, KPK Dalam Bahaya

Oleh : Agus Rahmat | Minggu, 16 September 2012 | 17:30 WIB
Didi Irawadi: Penyidik Ditarik, KPK Dalam Bahaya
Didi Irawadi Syamsuddin - ist

INILAH.COM, Jakarta - Polri dinilai menghambat kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait ditariknya 20 penyidik yang berasal dari kepolisian.

"Walaupun penyidik Polri berakhir karena masa tugasnya, hal itu tentu bisa mengganggu kinerja KPK," ujar anggota Komisi III DPR (membidangi hukum) Didi Irawadi Syamsuddin saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (16/9/2012).

Politikus Partai Demokrat itu menilai, KPK karena kebutuhan yang mendesak harus segera meminta dan berkoordinasi dengan Polri. Ini dilakukan supaya tidak ada kekosongan penyidik.

"Selanjutnya saya berharap Polri bisa memperpanjang, atau setidaknya Polri segera mengirim 20 penyidik pengganti yang berkualitas, sebelum 20 penyidik yang masih bertugas di KPK tersebut ditarik," jelasnya.

Jika Polri membiarkan terjadinya kekosongan, Didi menilai ini berbahaya. Sebab, kerja KPK dalam pemberantasan korupsi akan semakin terhambat.

"Kalau tidak, kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi akan terganggu. Bagaimanapun juga penarikan 20 penyidik Polri itu tak boleh menimbulkan kekosongan penyidik di tubuh KPK. Itu bisa menyebabkan KPK tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik," katanya.

Bercermin dari masalah yang terjadi ini, sudah saatnya dipikirkan DPR agar KPK memiliki penyidik independen. Sehingga kinerja KPK tidak terganggu saat ada transisi penyidik Polri.

"Idealnya KPK itu punya penyidik sendiri. Oleh karenanya, revisi UU KPK seharusnya juga diarahkan agar KPK mandiri dalam pengadaan tenaga penyidiknya," tambah Didi. [yeh]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.