Rabu, 20 Agustus 2014 | 21:37 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BNP2TKI Diminta Seriusi Dugaan Pemerasan TKI
Headline
ist
Oleh:
nasional - Jumat, 14 September 2012 | 16:12 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR, Poempida Hidayatulloh, menyerukan kepada Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) untuk serius menanggapi laporan soal dugaan pemerasan TKI di Terminal IV Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Poempida, terlepas dari benar atau tidaknya laporan soal permainan oknum'di Terminal IV, namun faktanya ada TKI yang mengeluhkan permasalahan itu. "Setiap warga negara yang mengawasi soal ketidakberesan di Terminal IV bisa saja memiliki motif apapun melaporkan dugaan-dugaan itu," kata Poempida dalam rilis yang diterima INILAH.COM, Jumat (14/9/2012).

"Tapi tetap, bahwa BNP2TKI merespons dengan harus memperbaiki serta meningkatkan pelayanan terhadap TKI di terminal itu," tegas Poempida kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/9).

Dia menekankan bahwa yang hilang dari kinerja BNP2TKI terkait permasalahan di Terminal IV TKI adalah unsur pengawasan terhadap pelaksanaan tugas. Seringkali yang dibuat sebagai alasan adalah kurangnya dana operasional untuk pengawasan itu, ucap Poempida.

Padahal, dengan tak maksimalnya peran itu, justru sebagai faktor utama yang membuat banyaknya kesalahan dan permainan di negara ini.

"Akibatnya kementerian atau lembaga sebagai pelaksana anggaran bisa semena-mena karena tak diawasi," kata Poempida.

Padahal dengan adanya pengawasan, minimal dari pejabat BNP2TKI, lanjut Poempida, maka setidaknya bisa menjadi shock therapy bagi aparat di lapangan untuk tak bermain-main menindas para TKI pahlawan devisa.

"Kalau menurut saya, kalau ada hal-hal mencurigakan yang muncul di permukaan itu terkait operasional Terminal IV, itu wajar karena memang BNP2TKI kurang diawasi dengan baik," kata Politisi Partai Golkar itu.

Dia juga mengingatkan BNP2TKI agar tak melaksanakan pengawasan yang istilahnya 'hangat-hangat tahi ayam', dalam artian memperketat pengawasan hanya karena sedang disoroti masyarakat.

"Pengawasan itu menjadi hal penting yang harus dipastikan. Tapi jangan disalahgunakan wewenang dan fungsi pengawasan ini," tegas dia.

Sebelumnya, dalam raker dengan BNP2TKI, pada Kamis (13/9), Komisi IX DPR mempermasalahkan ketidakberesan yang terjadi di Terminal IV Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) atau yang dikenal sebagai terminal kepulangan TKI, yang kerap menjadi momok menakutkan bagi para TKI.

Komisi IX mengaku mendapat laporan bermacam-macam soal ketidakberesan di Terminal IV TKI, mayoritas adalah para TKI takut pulang karena akan dipaksa melalui terminal itu, lalu 'dikerjai' dan 'diperas' aparat.

Laporan lainnya adalah mulai dari masalah layanan travel yang terlalu mahal, penukaran uang valas yang dipaksa dan dengan harga murah, penjualan pulsa yang harganya di-mark-up besar-besaran, hingga indikasi pelecehan seksual.

Karena alasan itulah Migrant Care sudah sejak awal mendorong pembubaran terminal TKI. "Selain aspek diskriminatif, terminal TKI juga senyatanya tidak melayani tetapi lebih dominan sebagai penyedia alat transportasi yang mahal dan tidak aman," kata Anis di Jakarta, Jumat (14/9).

Dia bahkan mengutip rekomendasi Pelapor Khusus PBB untuk hak buruh migran, yang sudah datang ke Indonesia dan mengetahui permasalahan di Terminal IV TKI itu. "Pada 2006, Pelapor Khusus PBB sudah merekomendasikan kepada Indonesia agar terminal TKI dibubarkan," tegas Anis. [bar]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER