Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 31 Juli 2015 | 16:18 WIB
Hide Ads

Hartati Tidak Ditemani Petinggi Demokrat

Oleh : Firman Qusnul Yakin | Rabu, 12 September 2012 | 11:51 WIB

Berita Terkait

Hartati Tidak Ditemani Petinggi Demokrat
Siti Hartati Murdaya - inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Bos PT Hardaya Inti Plantation (HIP), Siti Hartati Murdaya memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (12/9/2012) pagi sebagai tersangka untuk dugaan suap Bupati Buol. Mantan Pembina Partai Demokrat tersebut, hadir dengan mengenakan kursi roda setelah diantar oleh Ambulans Rumah Sakit Medistra, tempat dia dirawat.

Pantauan INILAH.COM, di Kantor KPK, Hartati datang juga diantar oleh para kerabat, pendukung, termasuk para Bhiksu dari Perwalian Umat Budha Indonesia (Walubi) dan para pengacaranya.

Namun, pengusaha dari Partai penguasa itu ternyata tak didampingi petinggi-petinggi dari partai berlambang mercy itu, padahal Hartati adalah kader dan mantan anggota Dewan dari partai yang didirikan oleh SBY itu.

Terpantau, tidak ada satupun petinggi Partai Demokrat sebagai perwakilan yang ikut mengantar istri pengusaha taipan Murdaya Poo tersebut menjalani pemeriksaan, tercatat hanya dua orang dari Partai yang dipimpin Anas Urbaningrum yang datang, yaitu Denny Kailimang dan Patra M Zen.

Selain tampak tegang hingga keringat terus mengucur dari raut wajahnya, Hartati juga terlihat sesekali mengusapkan air matanya dengan sebuah tisu.

Seperti diketahui, panggilan pemeriksaan Hartati sebagai tersangka merupakan yang kedua. Sedianya mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu diperiksa pada Jumat 7 September lalu, namun Hartati tidak memenuhi panggilan hari itu dengan dalih mengalami gangguan kesehatan.

KPK menetapkan Hartati sebagai tersangka atas dugaan menyuap Bupati Buol, Amran Batalipu. Pemberian suap tersebut diduga terkait kepengurusan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Hartati pun terancam hukuman lima tahun penjara. Dalam kasus ini, KPK juga sudah menetapkan Bupati Amran dan dua anak buah Hartati, yakni Yani Anshori dan Gondo Sudjono sebagai tersangka. Adapun Yani dan Gondo masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.