Jumat, 22 Agustus 2014 | 16:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Hartati Tidak Ditemani Petinggi Demokrat
Headline
Siti Hartati Murdaya - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Firman Qusnul Yakin
nasional - Rabu, 12 September 2012 | 11:51 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Bos PT Hardaya Inti Plantation (HIP), Siti Hartati Murdaya memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (12/9/2012) pagi sebagai tersangka untuk dugaan suap Bupati Buol. Mantan Pembina Partai Demokrat tersebut, hadir dengan mengenakan kursi roda setelah diantar oleh Ambulans Rumah Sakit Medistra, tempat dia dirawat.

Pantauan INILAH.COM, di Kantor KPK, Hartati datang juga diantar oleh para kerabat, pendukung, termasuk para Bhiksu dari Perwalian Umat Budha Indonesia (Walubi) dan para pengacaranya.

Namun, pengusaha dari Partai penguasa itu ternyata tak didampingi petinggi-petinggi dari partai berlambang mercy itu, padahal Hartati adalah kader dan mantan anggota Dewan dari partai yang didirikan oleh SBY itu.

Terpantau, tidak ada satupun petinggi Partai Demokrat sebagai perwakilan yang ikut mengantar istri pengusaha taipan Murdaya Poo tersebut menjalani pemeriksaan, tercatat hanya dua orang dari Partai yang dipimpin Anas Urbaningrum yang datang, yaitu Denny Kailimang dan Patra M Zen.

Selain tampak tegang hingga keringat terus mengucur dari raut wajahnya, Hartati juga terlihat sesekali mengusapkan air matanya dengan sebuah tisu.

Seperti diketahui, panggilan pemeriksaan Hartati sebagai tersangka merupakan yang kedua. Sedianya mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu diperiksa pada Jumat 7 September lalu, namun Hartati tidak memenuhi panggilan hari itu dengan dalih mengalami gangguan kesehatan.

KPK menetapkan Hartati sebagai tersangka atas dugaan menyuap Bupati Buol, Amran Batalipu. Pemberian suap tersebut diduga terkait kepengurusan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Hartati pun terancam hukuman lima tahun penjara. Dalam kasus ini, KPK juga sudah menetapkan Bupati Amran dan dua anak buah Hartati, yakni Yani Anshori dan Gondo Sudjono sebagai tersangka. Adapun Yani dan Gondo masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. [mvi]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER