Rabu, 1 Oktober 2014 | 19:16 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Densus 88 Salah Tangkap, Kompolnas Anggap Wajar
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Anton Hartono
nasional - Jumat, 7 September 2012 | 13:07 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Terkait adanya kesalahan dalam penangkapan pelaku teror yang dilakukan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menganggap itu merupakan hal yang wajar. Pasalnya, dalam aksi penggerebekan pelaku teror harus dilakukan secara cepat.

"Sebagai profesional, kesalahan itu wajar, karena operasi antiteror membutuhkan waktu yang cepat," ujar Adrianus Meliala, anggota Kompolnas saat berkunjung ke RS Bhayangkara Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (7/9/2012).

Adanya kesalahan itu dianggap wajar dan aparat kepolisian pun sudah mengakui kesalahan tersebut sekaligus melakukan permohonan maaf. "Kalau ada yang merasa dirugikan, kami sarankan untuk diselesaikan kasus ini secara kekeluargaan," tambah Adrianus.

Sebelumnya, Wiji Siswo Suwito (65), mertua seorang terduga teroris, Bayu Setyono, ditangkap Densus 88 di rumahnya di Dusun Tempel, Bulungrejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Padahal saat itu, yang menjadi target operasi Tim Densus 88 adalah sang menantunya yang bernama Bayu.

Bayu diduga terlibat dalam beberapa aksi teror yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, belakangan ini. [bar]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER