Jumat, 18 April 2014 | 12:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Kronologi Tuduhan Perbuatan Korupsi Angie
Headline
Angelina Sondakh - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Firman Qusnul Yakin
nasional - Kamis, 6 September 2012 | 12:02 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dakwaan membeberkan kronologi perbuatan korupsi terdakwa Angelina Sondakh. Dalam dakwaan itu beberapa nama ikut disebut dan bekerja sama dengan Politisi Partai Demokrat itu.

Terdakwa selaku anggota Badan Anggaran DPR dan Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Anggaran dari Komisi X DPR menyanggupi supaya anggaran yang dialokasikan untuk proyek di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan program pengadaan sarana dan prasarana di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dapat disesuaikan dengan permintaan Permai Grup

Permintaan penyesuaian anggaran karena kedua proyek itu nantinya akan dikerjakan oleh Permai Group atau pihak lain yang telah dikoordinasikan.

"Bahwa setelah terdakwa diangkat sebagai anggota Banggar DPR RI dari Partai Demokrat bertemu dengan Mindo Rosalina Manulang serta beberapa orang lainnya dari Permai Grup antara lain Gerhana Sianipar, Clara, Mauren, Silvy dan Bayu Wijokongko di restauran Nipon Kan, di Hotel Sultan Jakarta selatan. Pada pertemuan itu M Nazaruddin memperkenalkan Mindo Rosalina Manulang dan beberapa pengusaha," kata Ketua Tim JPU Agus Salim saat membacakan dakwaan Angie di Pengadilan Tipikor, Kamis (6/9/12).

Saat pertemuan, M Nazaruddin kata Agus menjelaskan kepada Angie bahwa saat masih menjadi pengusaha, mereka bergabung dalam konsorsium, tetapi setelah M Nazaruddin menjadi anggota DPR.

Karena itu, Mindo lah yang maju menggantikan Nazaruddin untuk berhubungan dengan Angie dalam rangka mendapatkan proyek-proyek di Kemendiknas dan di Kemenpora. Setelah Angie kenal dengan Rosa, kata Agus barulah keduanya saling bertukar nomor handphone dan PIN Blackberry.

"Menidaklanjuti perkenalan tersebut, Mindo Rosalina Manulang menghubungi terdakwa untuk bertemu kembali dan terdakwa mempersilakan Mindo menemuinya di Apartemen Belleza, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan," kata Agus.

Pada pertemuan itu, Rosa menayakan kesedian terdakwa untuk menggiring anggaran di Kemendiknas dan di Kemenpora, dengan mengusahakan agar program kegiatan berupa proyek-proyek pembangunan atau pengadaan dan nilai anggarannya dapat disesuaikan dengan permintaan Permai Grup.

"Terdakwa kemudian menyanggupi hal tersebut dan meminta agar proyek pada kegiatan yang diusulkan Permai grup dibuatkan daftar (list)-nya lalu diserahkan kepada terdakwa," kata Agus.

Atas jawaban dari Angie, beberapa hari kemudaian Rosa melaporkan hal tersebut dalam rapat di kantor Permai grup yang dihadiri M Nazaruddin selaku pemilik (owner) Permai grup.

"Terhadap laporan Mindo bahwa terdakwa bersedia membantu menggiring anggaran di kemendiknas dan di kemenpora, maka M Nazaruddin memerintahkan Mindo untuk mengecek ke biro perencanaan Ditjen Dikti Kemendiknas terhadap usulan dari berbagai univeritas negeri untuk proyek yang akan di anggaran kemendiknas pada anggaran pendapatan belanja negara perubahan (APBN-P) 2010 maupun Anggaran Pendapatan Belanja (APBN) 2011," terang Jaksa Agus.

Selain itu, sambung Agus, Nazaruddin juga memerintahkan Rosa untuk menemui beberapa rektor univeristas negeri terkait pengajuan proposal usualan universitas ke Ditjen Dikti Kemendikanas.

Sedangkan terhadap proyek yang akan dianggarkan di Kemenpora, Nazaruddin memperkenalkan Rosa dengan Sekretaris Menpora, Wafid Muharam sekitar bulan Maret 2010 di Restoran Arcadia, Senayan Jakarta, agar Rosa dapat berhubungan langsung dengan pihak Kemenpora terkait pengajuan usulan proyek pembangunan Wisma Atlet yang akan dianggarkan pada APBN-P 2010.

Angie selanjutnya bertemu dengan Rosa sekitar bulan Maret 2010 di kantor terdakwa di ruang 2301 gedung Nusantara 1 kantor DPR RI.

"Pada pertemuan itu Rosa menyampaikan bahwa ia telah melakukan pengecekan terhadap proposal usualan univesitas-universitas negeri yang masuk di Dirjen Dikti Kemendinas serta hendak menyerahkan daftar (list) kegiatan sekaligus usualan besarnya anggaran yang diinginkan Permai Grup, namun terdakwa mengatakan bahwa ia akan mempelajarinya terlebih dahulu dan nanti dikomunikasikan lagi dengan Mindo Rosa," tambah Agus.

Barulah, sekitar bulan Maret 2010 terdakwa mengadakan pertemuan kembali dengan Rosa di Plaza FX Senayan. Dalam pertemuan kali ini terdakwa menyanggupi permintaan penggiringan anggaran yang diinginkan Permai Grup dengan meminta imbalan uang (fee) sebasar 7 persen dari nilai proyek dan fee tersebut sudah harus diberikan terdakwa sebesar 50 persen pada saat pembahasan dilakukan dan sisanya 50 persen setelah DIPA turun atau disetujui. Yang selanjutnya, uang fee yang diminta Angie diberikan Rosa secara bertahap.

Karena perbuatannya, janda mendiang Adjie Massaid itu pun didakwa dengan tiga dakwaan alternatif.

"Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana sebagaimna diatur dalam pasal 12 huruf a jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP," kata jaksa Agus.

Dakwan kedua, Angie dijerat dengan pasal 5 ayat (2) atau Pasal 5 ayat (1) huruf a jo. Pasal 18 uu no 31 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimna telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 Tentang perubahan atas UU 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dakwaan ketiga, perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana sebagaimna diatur dalam pasal 11 jo. Pasal 18 uu no 31 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi sebagaimna telah diubah dengan Uu no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. [mvi]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER