Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 31 Juli 2015 | 20:22 WIB
Hide Ads

Inilah Surat yang Ditulis Pelaku Terorisme Solo

Oleh : Sumitro | Senin, 3 September 2012 | 14:08 WIB
Inilah Surat yang Ditulis Pelaku Terorisme Solo
Foto: Ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Densus 88 Polri mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, selain senjata api, ada surat yang ditulis pelaku.

"Ada surat dalam lembaran-lembaran yang cukup banyak," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Boy Rafly Amar di Jakarta, Senin (3/9/2012).

Dalam surat itu, ungkap Boy, cukup jelas untuk disimpulkan motif dari pelaku terorisme Solo. Secara ideologi, pelaku akan berjuang seperti kelompok teroris sebelumnya, membentuk negara syariah di Indonesia. Selain itu, ingin membalas dendam karena merasa kecewa dengan penangkapan-penangkapan rekan-rekannya selama ini.

"Mereka merasa kecewa dengan penangkapan tokoh mereka selama ini. Itu yang terungkap dalam surat itu sehingga mereka balas dendam," jelas Boy.

Beberapa kata sandi yang digambarkan dalam surat rahasia itu, bila ditujukan kepada anggota Kepolisian disandikan dengan bermain bola. Permainan ini digambarkan juga untuk melakukan penyerangan secara khusus ke petugas. Adapun untuk pengantin baru disandikan dengan bom bunuh diri.

"Kita akan melihat mereka sangat teliti sampai menentukan haripun mereka sangat memikirkannya. Itulah fakta sementara yang ada," kata Boy.

Sebagaimana diberitakan, terjadi tiga aksi teror di Solo belakangan ini. Pertama, penembakan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8/2012) malam. Seorang anggota Polsek Singosaren bernama Bripka Dwi Data Subekti meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada.

Kedua, aksi pelemparan granat di Bundaran Gladak, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (18/8/2012). Pada kejadian tersebut, dua polisi terluka.

Terakhir, kelompok ini beraksi dengan melakukan penembakan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8/2012) malam. Seorang anggota Polsek Singosaren bernama Bripka Dwi Data Subekti meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada.

Densus 88 Polri telah menyergap para pelaku yang berjumlah tiga orang di Solo, pada Jumat 31 Agustus 2012. Dua di antaranya tewas, satu orang ditangkap hidup-hidup. Selain itu, seorang anggota Densus 88 meninggal karena terluka saat penggerebekan, Briptu Suherman. [bar]

Tag :

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.