Kamis, 18 Desember 2014 | 12:49 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Surat yang Ditulis Pelaku Terorisme Solo
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Sumitro
nasional - Senin, 3 September 2012 | 14:08 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Densus 88 Polri mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, selain senjata api, ada surat yang ditulis pelaku.

"Ada surat dalam lembaran-lembaran yang cukup banyak," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Boy Rafly Amar di Jakarta, Senin (3/9/2012).

Dalam surat itu, ungkap Boy, cukup jelas untuk disimpulkan motif dari pelaku terorisme Solo. Secara ideologi, pelaku akan berjuang seperti kelompok teroris sebelumnya, membentuk negara syariah di Indonesia. Selain itu, ingin membalas dendam karena merasa kecewa dengan penangkapan-penangkapan rekan-rekannya selama ini.

"Mereka merasa kecewa dengan penangkapan tokoh mereka selama ini. Itu yang terungkap dalam surat itu sehingga mereka balas dendam," jelas Boy.

Beberapa kata sandi yang digambarkan dalam surat rahasia itu, bila ditujukan kepada anggota Kepolisian disandikan dengan bermain bola. Permainan ini digambarkan juga untuk melakukan penyerangan secara khusus ke petugas. Adapun untuk pengantin baru disandikan dengan bom bunuh diri.

"Kita akan melihat mereka sangat teliti sampai menentukan haripun mereka sangat memikirkannya. Itulah fakta sementara yang ada," kata Boy.

Sebagaimana diberitakan, terjadi tiga aksi teror di Solo belakangan ini. Pertama, penembakan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8/2012) malam. Seorang anggota Polsek Singosaren bernama Bripka Dwi Data Subekti meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada.

Kedua, aksi pelemparan granat di Bundaran Gladak, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (18/8/2012). Pada kejadian tersebut, dua polisi terluka.

Terakhir, kelompok ini beraksi dengan melakukan penembakan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8/2012) malam. Seorang anggota Polsek Singosaren bernama Bripka Dwi Data Subekti meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada.

Densus 88 Polri telah menyergap para pelaku yang berjumlah tiga orang di Solo, pada Jumat 31 Agustus 2012. Dua di antaranya tewas, satu orang ditangkap hidup-hidup. Selain itu, seorang anggota Densus 88 meninggal karena terluka saat penggerebekan, Briptu Suherman. [bar]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER