Senin, 24 November 2014 | 05:07 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kader PAN Nilai Lembaga Survei Kejar Setoran
Headline
ilustrasi
Oleh: Ajat M Fajar
nasional - Sabtu, 1 September 2012 | 22:27 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Hasil survei dari lembaga survei Charta Politica yang menggambarkan PAN hanya memperoleh dukungan sebesar 1,9 persen mendapat kecaman dari kader PAN. Lembaga yang dulunya juga pernah dipimpin oleh Bima Arya itu dianggap mengejar keuntungan pribadi saja.

“Kami menganggap survei itu tergolong memaksa. dan lebih berkesan mengejar target setoran,” kata Gusrizal Sarikun, salah satu pengurus DPP PAN, di Jakarta, Sabtu (1/9/2012).

Menurut pria yang aktif di Departemen Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPP PAN ini, survei itu tidak sesuai dengan realita kondisi keanggotaan dan suara partai di lapangan.

“Kami para pengurus yang ada di Departemen POK sangat mengetahui sejauh apa keanggotaan partai di seluruh daerah. Dari data yang ada saat ini, jumlah anggota tidak pernah berkurang bahkan terus meroket seiring dengan program pemberdayaan kemasyarakatan PAN. Di antaranya Pasar Anak Negeri. Untuk itu, survei itu menurut kami sangat menyesatkan,” kritiknya.

Lebih lanjut, Gusrizal pun meyakini bahwa partainya dijamin akan lolos parliementary threshold (PT) 3,5 persen. “Jangankan PT, kami juga sudah siap untuk menembus dua digit di pemilu akan datang. Terutama untuk mengusung Pak Hatta sebagai capres,” pungkasnya.

Hal senada juga diterangkan oleh adik kandung Hatta Rajasa, Hafiz Thohir. Menurut Hafiz yang juga menjabat sebagai sebagai Ketua Departemen POK DPP PAN ini, survei tersebut tidak sesuai data yang dimilikinya. Menurutnya sampai detik ini, PAn sudah memiliki 456 ribu rayon yang terbentuk diseluruh Indonesia. “Rayon yang ada saat ini jumlahnya sudah mencapai 45 juta anggota. Jadi bagaimana mungkin ada survei yang menyatakan suara kami hanya 1,9 persen atau 2,2 juta orang dari penduduk Indonesia sampai saat ini. Jadi survei itu tidak mendasar,” cetusnya.

Atas dasar itu, Ia menegaskan bahwa lembaga survei saat ini sudah banyak yang kehilangan independensinya semenjak ketahuan belangnya ketika Pilgub DKI berbeda hasil. “Dimana tidak ada satupun survei yang benar prediksinya. Bahkan sangat jauh dari prediksi mereka. Jadi buat apa kami pusing-pusing menanggapi survei itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hafiz juga menekankan bahwa survei itu tidak akan mengganggu konsolidasi PAN. “Whatever survei katakan, konsolidasi kami tetap solid bahkan sudah sampai di dusun-dusun terpencil,” ucapnya menambahkan.

Seperti diketahui, dalam survei Charta Politica menyebutkan Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Perjuangan menempati posisi teratas dengan perolehan masing-masing Golkar 18 persen, Demokrat 12,5 persen, dan PDIP 10,8 persen. Posisi selanjutnya ditempati oleh Partai Gerindra memperoleh 4,7 persen, serta Partai Nasional Demokrat (NasDem) mendapatkan 4,3 persen. Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berada pada posisi keenam dengan 3,9 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,7 persen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 2,6 persen, Partai Amanat Naional (PAN) 1,9 persen, dan Partai Hanura 1,6 persen. Sisanya 34,4 persen mengaku belum menentukan pilihan. [ton]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER