Kamis, 30 Oktober 2014 | 22:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
KPK Didesak Tuntaskan Kasus Bailout Rp6,7 T
Bank Century Tak Lepas dari Kontroversi
Headline
ist
Oleh: Herdi Sahrasad
nasional - Sabtu, 1 September 2012 | 15:31 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Bagaimana nasib kasus Bank Century? Abraham Samad tempo hari mengaku siap menyelesaikan kasus itu. Apakah siap memanggil Boediono dan Sri Mulyani sebagaimana rekomendasi Pansus Century?

"Jangankan itu tadi yang kamu sebut (Boediono dan Sri Mulyani), saudara saya pun kalau dia korupsi saya gantung," katanya tahun lalu.

Kini skandal Century juga menyeret nama Bambang Widjojanto ke dalam kontroversi. Pasalnya, ada kabar bahwa Bambang Widjojanto mundur dalam menangani kasus Century. Kabar itu dibantah Bambang sendiri.

Bambang mengaku terkaget mendengar kabar yang menyatakan dirinya mundur dalam menangani Century. Dari mana isu itu? Dari mana gosip yang menyatakan dia mundur? “Karena saya tidak membuat pernyataan apapun," ujar Bambang yang tiba-tiba menggelar jumpa pers di kantor KPK, Rabu (29/8).

Menurut Bambang, penyelesaian kasus Century di KPK masih berjalan. Bambang juga memastikan dirinya masih ikut dalam pembahasan kasus tersebut. "Saya masih bos. Dalam ekspose di Century saya masih berkecimpung di situ," terangnya.

Pernyataan Bambang ini sedikit berbeda dengan pernyataan Jubir KPK Johan Budi SP beberapa waktu lalu. Saat itu Johan menyebut bila Bambang Widjojanto mundur dari penanganan kasus Century untuk mencegah konflik kepentingan. Hal ini dikarenakan sebelum menjabat sebagai wakil Ketua KPK, Bambang adalah pengacara Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Benar, Pak Bambang menyatakan declare. Dia tidak lagi ikut memberikan suara dalam menangani Century," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, melalui pesan singkat. Johan pun menuturkan, alasan Bambang untuk tidak beri urun suara tersebut disebabkan untuk menjaga adanya muatan kepentingan tertentu (conflict of interest).

Semua ini jadi pernak-pernik kasus Century. Jika benar Bambang masih ikut dalam pembahasan kasus Century di KPK ini, maka ia juga perlu mengusulkan agar testimoni Mantan Ketua KPK Antasari Ashar terkait adanya pertemuan, antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan menteri terkait membahas bailout Bank Century pada Oktober 2008, didengar dan diselidiki.

Sementara Abraham Samad, Ketua KPK, mengungkapkan, kasus Century, bakal dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Kasus ini sangat besar, semua orang menanti akhir dan apa tindakan KPK terhadap kasus ini.

Ada beberapa indikator sebuah kasus digolongkan besar. Pertama, dari angka atau nominal. Kedua, daya rusak korupsi yang ditimbulkan dan memporak-porandakan struktur ekonomi. Kasus Century masuk dalam indikator itu.

KPK memang harus menuntaskan kasus Century. Jika tidak, KPK bakal dinilai publik telah inkonsisten, inkompeten, wanprestasi dan lembek. Apalagi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah menemukan sejumlah fakta adanya pelanggaran dalam kasus tersebut.

Kini publik menanti gebrakan Abraham Samad dan kawan-kawan di KPK seperti almarhum Baharuddin Lopa ketika memegang amanat di tangannya. Maukah dan mampukah? Sejarah menunggu jawabannya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER