Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 April 2015 | 09:54 WIB
Hide Ads

Tingkat Kepuasan Kinerja SBY-Boediono Kian Merosot

Oleh : R Ferdian Andi R | Jumat, 31 Agustus 2012 | 07:31 WIB
Tingkat Kepuasan Kinerja SBY-Boediono Kian Merosot
Presiden SBY dan Wapres Boediono - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Kinerja pemerintahan SBY-Boediono dalam penelusuran riset politik terus mengalami penurunan. Dalam sisa waktu dua tahun pemerintahan SBY-Boediono ini publik kian tidak puas dengan kinerja pemerintahan.

Riset politik Charta Politika Indonesia yang digelar 8-22 Juli 2012 mengungkapkan mayoritas responden mengaku tidak puas dengan kinerja pemerintahan SBY-Boediono. "Sebanyak 41,6 persen publik mengaku kurang puas dengan kinerja pemerintahan SBY-Boediono," ujar Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya dalam rilis survei nasional di Jakarta, Kamis (30/8/2012).

Dalam survei tersebut juga terungkap hanya 35,7 persen yang mengaku cukup puas, sementara tidak puas sama sekali sebanyak 9,0 persen dan hanya 3,8 persen sangat puas. Sebanyak 9,8 persen responden tidak menjawab atau tidak tahu.

Dalam riset tersebut terungkap mayoritas responden sebanyak 67,4 persen tidak puas dengan pemerintahan SBY-Boediono di bidang ekonomi serta bidang hukum 58,3 persen. Di bidang lainnya, responden cenderung puas yakni di bidang pendidikan (46,9 persen), bidang kesehatan (48,1 persen) serta bidang keamanan (43,5 persen).

Yunarto menyebutkan rendahnya tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja pemerintahan ini juga terkait erat dengan persepsi publik yang negatif terhadap menteri dari parpol. "Kepuasan publik di bawah ambang psikologis pemilih. Lebih dari 50 persen responden mengaku tidak puas dengan kinerja pemerintahan," papar Yunarto.

Dalam survei yang sama juga terungkap kepuasaan publik terhadap kinerja menteri yang berasal dari partai politik. Terungkap menteri agama Suryadharma Ali sebagai menteri yang dinilai paling memuaskan kinerjanya oleh publik sebanyak 26,4 persen.

Perolehan ini disusul Menko Perekonomian Hatta Rajasa (22,4 persen), Menkominfo Tifatul Sembiring (21,5 persen), Menpora Andi Mallarangeng (19,8 persen) dan Menteri Pertanian Suswono (19 persen).

Selanjutnya, Menteri Sosial Salim Segaf al-Jufrie (18,3 persen), Menko Kesra Agung Laksono (17, 4 persen), Menkop dan UKM Syarief Hasan (15,2 persen), Menteri Perhubungan EE Mangindaan (14,5 persen), MenPAN dan Reformasi Birokrasi Azwar Abu Bakar (14,4 persen), Menteri ESDM Jero Wacik (14,3 persen), Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (13,6 persen), Menakertrans Muhaimin Iskandar (13,4 persen), Menkumham Amir Syamsuddin (13,3 persen), Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Cicip Sutardjo (12,7 persen), dan Menteri PDT A Helmy Faisal (10,6 persen).

Yunarto menambahkan, pemeringkatan kepuasan publik terhadap menteri dari partai politik sebenarya cukup rendah karena dibawah angka 50 persen. Terkait dengan nama Suryadharma Ali sebagai menteri yang dianggap berkinerja baik, Yunarto mengatakan hal tersebut disebabkan kerap muncul di media massa. "Publik menganggap puas, minimal kerap muncul di media massa, jadi bukan karena kinerja," ujar Yunarto.

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan naik turunnya kepuasan publik terhadap pemerintahan SBY-Boediono merupakan fenomena yang wajar dalam sistem demokrasi. "Nah terkait survei ini, kan dilakukan pas jelang puasa, di mana bahan pokok memang sedang naik," kata Saan.

Ketua DPP Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan menyebutkan tingkat kepuasan yang rendah dari publik terhadap kinerja pemerintahan SBY-Boediono disebabkan koalisi semu. "Ini karena terjadi koalisi semu. Yang dibuktikan dengan ketidakpuasan terhadap figur menteri dari partai cukup besar," kata Ferry. [mdr]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.