Sabtu, 19 April 2014 | 18:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kasus Korupsi Vaksin Flu Burung Kemenkes
Fokus Penanganan KPK & Polri Berbeda
Headline
ilustrasi
Oleh: Firman Qusnul Yakin
nasional - Kamis, 30 Agustus 2012 | 02:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Meski bersamaan menyelidiki kasus vaksim flu burung di Kementrian Kesehatan, fokus penanganan kasus ini berbeda antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kepolisian. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. Bambang mengklaim jika KPK menyelidiki proyek itu dikerjakan secara tahun jamak sejak 2008 hingga 2011.

"KPK hanya yang 2011, Polri 2008 hingga 2011," kata Bambang, Rabu (29/8/12).

Sejauh ini, proses penyelidikan masih berlangsung. Bambang mengatakan bahwa kasus vaksin flu burung ini diduga melibatkan perusahaan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo menjelaskan, proyek flu burung yang diselidiki KPK adalah pengadaan pabrik vaksin flu burung yang dibangun di kawasan Pasteur, Bandung, Jawa Barat. Nilai proyeknya mencapai Rp1,3 triliun.

Penyelidikan kasus ini juga merupakan pengembangan kasus suap wisma atlet SEA Games yang dimulai sejak bulan Mei 2011. KPK telah menerima hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal kerugian negara dalam proyek pabrik vaksin flu burung yang menyebutkan potensi kerugian negara hingga Rp693 miliar dalam proyek pengadaan yang ditangani PT Biofarma itu.

Menurutnya, ada tiga pekerjaan terkait proyek vaksin flu burung, yakni pembangunan fisik pabrik, pengadaan sarana dan prasarana pabrik, dan alat riset vaksin flu burung.[dit]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER