Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 5 September 2015 | 04:02 WIB
Hide Ads

Maju di 2014, Strategi Rizal Dinilai Mengada-ada

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 28 Agustus 2012 | 15:55 WIB
Maju di 2014, Strategi Rizal Dinilai Mengada-ada
Rizal Ramli - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengkritik strategi Rizal Ramli yang ingin maju di Pilpres 2014 dengan menghentikan pemerintahan SBY-Boediono sebelum 2014.

Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana mengatakan, strategi Rizal Ramli yang ingin maju sebagai Capres 2014 sangat mengada-ada.

"Kalau pak Rizal Ramli mau jadi capres silahkan saja, ikuti aturan yang ada tapi jangan mengada-ada. Kita kan negara demokratis, silahkan saja jika ada yang mau jadi pemimpin," tandas Sutan kepada INILAH.COM, Selasa (28/8/2012).

Menurut dia, strategi Rizal Ramli untuk maju di Pilpres 2014 cukup berisiko. Sebab, hal itu akan mendapat reaksi dari banyak pihak khususnya dari masyarakat. Strategi itu sama saja melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang resmi dan dipilih rakyat.

"Kalau mau jadi pemimpin pakai cara yang elegan, ikuti di partai, berkampanye. Jangan menggoyang-goyang pemerintahan yang sekarang, kalau menggoyang-goyang siap-siap menghadapi jutaan rakyat," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli menyatakan kesiapannya untuk bertarung pada Pilpres 2014. Tokoh oposisi nasional ini tengah mempersiapkan kendaraan politiknya dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Saya sengaja tidak pilih partai yang terlalu besar, biar tidak terkait masalah," jelasnya dalam halal bi halal di kediamannya, Senin (27/8/2012) malam.

Menurut Rizal, dalam konteks perubahan untuk Indonesia setidaknya ada dua strategi yang bisa dilakukan. Strategi pertama yakni dengan berupaya melakukan perubahan sebelum Pemilu 2014. Strategi kedua dengan ikut serta dalam Pemilu 2014.

Strategi pertama dilakukan melalui gerakan oposisi dengan melakukan perubahan sebelum pemerintahan SBY-Boediono berakhir. Dengan kata lain, perubahan dilakukan secara frontal dengan menghentikan jalannya pemerintahan saat ini. Adapun strategi kedua dilakukan secara matang dengan mempersiapkan kendaraan politik untuk bertarung dalam Pemilu 2014.

"Kita ingin perubahan. Supaya politik benar-benar amanah kita akan besarkan Partai Kedaulatan," tandas Rizal. [yeh]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.