Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 5 September 2015 | 04:03 WIB
Hide Ads

Kasus APBD Kabupaten Kendal

Berkas Murdoko Sudah Lengkap

Oleh : Firman Qusnul Yakin | Jumat, 13 Juli 2012 | 08:12 WIB

Berita Terkait

Berkas Murdoko Sudah Lengkap
IST

INILAH.COM, Jakarta - Berkas penyidikan tersangka kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kendal tahun 2003/2004, Murdoko telah rampung (P21).

Ketua DPRD Jawa Tengah asal PDIP ini bakal segera duduk di kursi pesakitan. "Benar, berkas penyidikan tersangka kasus dugaan korupsi kendal dengan tersangka Murdoko sudah P21. Kita akan segera tingkatkan berkasnya ke penuntutan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi melalui pesan singkatnya, Jumat (13/7/2012).

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat Murdoko menjabat anggota DPRD Semarang periode 1999-2004. KPK membidik Murdoko atas dua kasus dugaan korupsi dengan taksiran kerugian uang negara senilai Rp4,75 miliar.

Kasus pertama, ia diduga melakukan korupsi Dana Alokasi Umum 2003 sebesar Rp3 miliar dengan modus pinjaman kepada pemerintah Kendal. Kedua, Murdoko juga diduga terbelit kasus penyaluran dana eks pinjaman daerah Kendal pada 2003/2004. Murdoko diduga melakukan hal itu bersama Bupati dan Wakil Bupati Kendal saat itu, yakni Hendy Boedoro dan Warsa Susilo.

Murdoko telah ditahan di Rumah Tahanan Negara Kleas I Cipinang. Murdoko pun dijerat dengan Pasal 21 atau Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 Jo Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana.

Dalam Kasus korupsi APBD Kendal 2003 dan 2004 ini, KPK juga telah menjerat Hendy Boedoro dan mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Kendal, Warsa Susilo sebagai tersangka. Bahkan, pada tahun 2007 lalu keduanya telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor.

Hendy dijatuhi hukuman penjara selama 7 tahun dan masih menjalani masa pidana di LP Klas I Kedungpane, Semarang. Sedangkan Warsa telah diganjar hukuman 3 tahun penjara. [bar]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.