Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Agustus 2017 | 03:26 WIB

Perbedaan Awal Puasa dan Lebaran Bukan Hal Prinsip

Oleh : Sumitro | Kamis, 28 Juni 2012 | 17:14 WIB
Perbedaan Awal Puasa dan Lebaran Bukan Hal Prinsip
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, menegaskan bahwa adanya perbedaan dalam penentuan awal bulan puasa dan lebaran bukan hal yang prinsip. Karena perbedaan yang dimungkinkan terjadi dalam penentuan awal bulan puasa dan lebaran 2012 antar ormas Islam maupun dengan pemerintah adalah masalah fikih.

"Ini perbedaan furuiyah, masalah fikih, bukan hal prinsip," terang Said dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2012).

Dia mengatakan, selama ini organisasi yang dipimpinnya dalam menentukan awal bulan puasa bersama-sama dengan pemerintah, yakni dengan cara melihat bulan dengan mata telanjang. Namun prinsip yang dipegangnya ini menurutnya bukan berarti NU tidak bisa menggunakan hisab atau ilmu perhitungan (astronomi).

Penentuan tersebut, tambah Said, disempurnakan menjadi 30 hari apabila dalam prosesnya tim yang bekerja tidak bisa melihat bulan secara telanjang karena suatu alasan.

"Kalau kami tidak bisa melihat karena mega mendung menutupi matahari, sempurnakan bulan ini 30 hari. Walaupun dalam terori hisab, sudah hilal," ungkapnya.

Mengenai dimungkinkannya ada perbedaan, Said meminta semua pihak tidak membesar-besarkannya. Karena apa yang terjadi di Indonesia juga terjadi di Timur Tengah. Bedanya, di timur perbedaan yang terjadi antar negara seperti di Saudi Arabia dengan Mesir. Sementara yang terjadi di Indonesia adalah dalam satu negara. "Di Timur Tengah beda (awal puasa dan lebaran) itu biasa," kata dia. [mvi]

Tags

 
x