Kamis, 23 Oktober 2014 | 07:39 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bali Akan Bangun 4 Jalan Tol dan Jalur KA
Headline
ist
Oleh: Dewa Putu Sumerta
nasional - Rabu, 27 Juni 2012 | 16:01 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali berencana membenahi infrastruktur jalan untuk mengurai kemacetan di daerah ini. Dua hal penting yang menjadi fokus utama yakni pertama menambah sarana tol dan mengkaji kelayakan sarana kereta api yang mengelilingi Pulau Dewata.

Setelah membangun satu jalan tol yang menghubungkan Tanjung Benoa-Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua yang kini dalam proses penggarapan, Pemprov Bali kini kembali merancang pembangunan empat jalan tol baru.

Adapun empat jalan tol baru itu, jalan tol yang menghubungkan Denpasar-Soka Tabanan-Jembrana. Jalan tol kedua nantinya menghubungkan Kuta-Soka-Tanah Lot Tabanan-Seririt Singaraja. Dan jalan tol ketiga akan menghubungkan Canggu-Bringkit-Purnama. Sementara jalan tol ke empat nantinya menghubungkan Gowa Lawah-Karangasem.

"Saat ini kereta api keliling Bali masih dalam pengkajian. Sementara untuk tol, yang sudah ada DED (Detail Engineering Desain) adalah tol yang menghubungkan Kuta-Soka-Seririt," ungkap Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Bali, Ketut Wija ketika ditemui di Wisma Sabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (27/6/2012).

Wija menjelaskan seluruh studi kelayakan pembangunan jalan tol sudah selesai sejak beberapa tahun lalu. Menurut dia, kesulitan pembangunan infrastruktur di Bali adalah bagaimana mencari kesamaan persepsi dari semua elemen yang ada karena banyak megaproyek yang terancam gagal karena terjadi perbedaan persepsi tersebut.

Selain itu, menurut Wija, kesulitan paling pokok pembangunan infrastruktur di Bali terkait soal pembebasan lahan terutama yang sangat pelik berkaitan dengan keberadaan tempat ibadah seperti pura serta soal budaya dan agama. Bagi Wija bila semua elemen masyarakat Bali sudah memiliki kesamaan persepsi, maka realisasi tol itu semakin mudah sehingga selanjutnya pembangunan ruas tol itu akan ditawarkan ke pihak swasta.

"Apabila swasta tidak melihat keuntungan di jalur tersebut, maka pemerintah harus mengambilalih pembangunannya, dan biasanya di-share antara pemerintah pusat dan daerah," tutur Wija.

Untuk diketahui, saat ini beberapa wilayah di Bali seperti Kuta, Nusa Dua, Jimbaran, Kota Denpasar, Sanur, Gianyar, sedang mengalami kemacetan yang sangat parah. Sehingga dengan pembangunan jalan tol di beberapa ruas jalan diharapkan bisa mengurai kemacetan yang ada di Pulau Dewata.

Saat ini mobilitas penduduk di Bali sudah mencapai lebih dari 10 juta orang. Sementara warga yang ber-KTP Bali hanya mencapai 3,9 juta orang. Sebab, sisanya wisatawan domestik, mancanegara, serta warga dari daerah lain yang tinggal sementara kerap di sebut Pulau Seribu Pura ini. [yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER