Jumat, 24 Oktober 2014 | 17:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Lirikan Nasdem Bagi Jusuf Kalla
Headline
Jusuf Kalla - inilah.com
Oleh: Herdi Sahrasad
nasional - Selasa, 5 Juni 2012 | 08:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Dikenal memiliki modal sosial yang kuat, Jusuf Kalla (JK) disebut-sebut menjadi salah satu kandidat Calon Presiden (Capres) pada pemilihan umum 2014 oleh partai Nasional Demokrat (Nasdem). Akankah kelak Nasdem mencalonkannya?

Spekulasi politik mencuat dari sana-sini menyusul kedekatan Surya Paloh (pimpinan Nasdem) dengan JK, dan tertutupnya pintu Golkar bagi pencalonan mantan Wapres itu untuk pilpres 2014. Spekulasi itu mengemuka karena, pertama, JK memiliki kapabilitas dan kredibilitas sebagai negarawan. Kedua, satunya kata dan perbuatan oleh JK sudah teruji selama ini.

Ketiga, kecakapan teknokrasinya dalam memecahkan masalah pemerintahan dan kenegaraan sudah terbukti. Bahkan mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif menyebutnya The Real President ketika JK menjadi Wapresnya SBY (2004-2009).

Keempat, JK menjadi pemimpin yang cakap dan tokoh perdamaian yang handal, obyektif dan kredibel serta acceptable, sehingga konflik-konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) seperti konflik soal tanah, Ahmadiyah, pelanggaran HAM dan isu sejenisnya, bakal bisa dipecahkan jika ia terpilih sebagai seorang presiden atau kepala negara.

Kelima, JK kaya kapasitas, berwajah ramah dan berwibawa karena kredibiliitas dan integritasnya. Publik menaruh kepercayaan kepadanya setelah mampu membawa perdamaian Aceh, Poso, Ambon dan teranyar kesuksesan JK dalam meng-globalisasikan komodo di dunia internasional.

Masalahnya hanya satu saja bahwa JK bukanlah orang Jawa, karena itu ia musti didampingi sosok Jawa sebagai wakilnya untuk merebut suara ‘mayorits warga’ di Jawa yang umumnya tinggal di perdesaan.

Dalam berbagai jajak pendapat dan survai oleh lembaga-lembaga survai seperti LSI, Polmark Indonesia, Sugeng Sarjadi Sindicated (SSS) dan sebagainya, nama JK masih menduduki rangking papan atas, bersaing ketat dengan Prabowo dan Megawati.

JK adalah sosok yang dikenal memiliki sikap politik dan karakter yang sangat kuat. JK yang kini menjadi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) periode 2012–2017 itu, semata-mata jabatannya yang baru diembannya itu adalah ibadah dan tidak ada hubungannya dengan dunia politik. Terlebih jika dihubungkan dengan pilpres 2014. DMI, kata JK, bukanlah arena untuk berlaga sebagai capres 2014.

Kini terpulang pada Nasdem untuk mengelus jagonya, apakah JK atau sosok lainnya untuk pilpres 2014? Nasdem bisa saja menerjemahkan pepatah Melayu, ‘makin tua makin berminyak’, bahwa seseorang yang sudah berusia tua, tetapi tetap segar dan enerjik, sehingga mencalonkan JK. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER