Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Mei 2015 | 04:06 WIB
Hide Ads

Tiga Penambang Tewas, Polisi Periksa Pemilik

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Kamis, 31 Mei 2012 | 10:32 WIB
Tiga Penambang Tewas, Polisi Periksa Pemilik
foto: Ilustrasi

INILAH.COM, Denpasar - Polres Badung, Bali, memeriksa tiga saksi termasuk pemilik tambang dalam kasus tewasnya tiga buruh penambang galian C di Banjar Angantiga, Kecamatan Petang.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Badung, Ajun Komisaris I Wayan Artha, pihaknya belum bisa menetapkan tersangka atas insiden tewasnya ketiga buruh penambang tersebut. Sebab, polisi masih memintai keterangan sejumlah saksi.

"Rencananya hari ini pemeriksaan saksi-saksi termasuk memeriksa pihak pemilik dan pengelola usaha pertambangan itu," jelas Wayan Artha di kantornya, Kamis (31/5/2012).

Ia mengungkapkan, akan meminta keterangan petugas dari Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Kabupaten Badung, untuk mengetahui kawasan pertambangan di lokasi dan izin pertambangan.

"Kami akan periksa pemilik usaha pertambangan untuk mengetahui apakah mengantongi izin atau usahanya tersebut tergolong liar," tutur Wayan Artha.

Peristiwa nahas itu, Rabu (30/5/2012). Tiga penggali tambang tewas tertimbun longsoran. Ketiga buruh tersebut, yaitu Ni Ketut Ari (27), I Nyoman Suparta (29), dan Ni Ketut Sri Ayu Juniarti (32) yang semuanya berasal dari desa Angantiga. Selain menewaskan, dua orang buruh juga mengalami luka.

Kepala Pusdalops Penanggulangan Bencana Provinsi Bali I Gede Jaya Serataberana menyatakan, bencana itu terjadi akibat tingkat kemiringan tanah yang curam karena adanya galian tanah untuk dijual. Lokasinya berada di pinggir jalan raya. Longsoran tanah menimpa pekerja dan beberapa orang yang melintas pada saat kejadian.

Korban luka-luka akibat tertimbun longsoran adalah Imam (21), dan Komang Wiarsana (33), keduanya kini dirawat di RSUD Kapal, Badung. [yeh]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.