Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Mei 2015 | 18:30 WIB
Hide Ads

Pemerintah Diminta Selesaikan Konflik Trisakti

Oleh : Dahlia K | Senin, 28 Mei 2012 | 08:00 WIB

Berita Terkait

Pemerintah Diminta Selesaikan Konflik Trisakti
IST

INILAH.COM, Jakarta - Mahasiswa melalui Masyarakat Mahasiswa Universitas Trisakti (MM Usakti) meminta pemerintah untuk mengintervensi konflik yang menimpa perguruan tinggi reformasi tersebut.

Presiden Masyarakat Mahasiswa Universitas Trisakti Sandy Mandela Simanjuntak mengatakan konflik terjadi hampir 10 tahun. Akreditasi untuk sejumlah program studi menurun.

Tak hanya itu, jumlah mahasiswa yang kuliah di universitas reformasi itu juga menurun drastis akibat pertikaian pihak yayasan dengan rektorat. Ini semua karena konflik berkepanjangan antara pihak Universitas Trisakti dan Yayasan Trisakti.

"Konflik yang berlangsung pada 2002 hingga kini, berdampak negatif pada kami. Apa yang kami bayar tidak sebanding dengan apa yang kami dapatkan," jelas Sandy, Jakarta, Minggu (27/5/2012).

Menurut Sandy, pihaknya, tidak pernah mencampuri proses hukum, baik menolak atau mendukung keputusan hukum yang telah ditetapkan. "Yang kami tuntut agar konflik ini segera diselesaikan karena mengganggu kondusifitas proses belajar mengajar," tambah Paulus Greogorius Sole, Ketua Kongres Mahasiswa.

Sementara, dampak konflik itu juga membuat kepercayaan untuk kuliah di sana menurun. Pada 10 tahun lalu sebelum konflik itu terjadi jumlah mahasiswa mencapai 33 ribu, dan sekarang hanya 18 ribu. Ini berarti telah terjadi penurunan minat hingga hampir 50 persen.

Karenanya, masyarakat mahasiswa Universitas Trisakti meminta pemerintah untuk intervensi dalam menyelesaikan masalah ini. Mahasiswa juga tidak akan turut campur proses eksekusi pada Senin, 28 Mei 2012. Mereka hanya memantau agar proses itu sesuai dengan peraturan berlaku. [bar]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.