Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 15:14 WIB

Dituntut 3 Tahun, Raja Denpasar IX Minta Bebas

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Selasa, 24 April 2012 | 01:12 WIB
Dituntut 3 Tahun, Raja Denpasar IX Minta Bebas
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Denpasar - Raja Denpasar IX, Tjokorda Samirana SH (68) atau Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan Samirana yang didakwa dengan tuntutan tiga tahun penjara dengan tuduhan tindak pidana penipuan dalam persidangan di PN Denpasar, meminta kepada majelis hakim yang diketuai John Tony Hutauruk SH agar dirinya dibebaskan.

Permintaan ini disampaikan dalam pembelaan (pledoi) di persidangan di PN Denpasar, Bali, Senin (23/4/2012) , yang di bacakan oleh I Gusti Ngurah Made Arya SH selaku kuasa hukum dari terdakwa.

Penasehat hukum Raja Denpasar IX menyatakan pasal 378 KUHP yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak terbukti untuk itu pihaknya memohon majelis hakim membebaskan terdakwa (Raja Denpasar IX) dari segala dakwaan.

Penasehat hukum Raja Denpasar IX menegaskan, unsur barang siapa, unsur dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, unsur dengan memakai nama palsu atau martabat palsu dengan tipu muslihat ataupun rangkaian kata-kata bohong, juga unsur menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepada terdakwa atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, semuanya tidak terbukti.

"Bahwa kehendak untuk mengadakan kerjasama pelepasan atau jual beli tanah Laba Pura Merajan Satria bukan keinginan terdakwa tetapi berawal dari saksi korban," ujar kuasa hukum terdakwa.

Meski begitu terdakwa memang benar telah menerima uang dari saksi korban yakni Putu Lely Sri Mawarni sejumlah Rp5,5 miliar berdasarkan berita acara pemeriksaan di kepolisian. Namun terdakwa tetap berusaha akan mengembalikan uang yang telah diterima dari saksi korban sesuai surat pernyataan kesanggupan terdakwa yang telah diserahkan kepada JPU.

Terkait pembelaan Terdakwa yang di bacakan penasehat hukum terdakwa, jaksa penuntut umum I Ketut Terima Darsana SH dan I Putu Supartajaya SH yang sebelumnya menyatakan terdakwa bersalah sesuai pasal 378 KUHP dan menuntut hukuman tiga tahun penjara menyatakan akan mengajukan replik atau tanggapan atas pembelaan secara tertulis dalam waktu 14 hari, sehingga sidang akhirnya dilanjutkan Senin (7/5/2012) mendatang.

Seperti diberitakan, kasus ini berawal dari pada tahun 2006 silam, korban Putu Lely Sri Mawarni berniat membeli tanah seluas 10 hektar di kawasan Renon Denpasar yang ditawarkan Raja Denpasar IX dan disepakati harga tanah sebesar Rp75 juta per are.

Namun, setelah uang muka sebesar Rp7,6 miliar dibayarkan korban, Raja Denpasar IX tidak dapat menunjukkan sertifikat asli tanah yang di jual tersebut. Merasa di tipu akhirnya korban melaporkan Raja Denpasar IX ke Kepolisian Polda Bali dan dijerat dengan Pasal berlapis yakni pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP namun karena ada jaminan Raja Denpasar IX hingga tidak di tahan petugas.[jat]

 
x