Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 Februari 2015 | 22:17 WIB
Hide Ads

Hujan Batu di Makassar

Oleh : Suriani | Jumat, 30 Maret 2012 | 19:20 WIB

Berita Terkait

Hujan Batu di Makassar
inilah.com/wirasatria

INILAH.COM, Makassar - Unjuk rasa penolakan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus berlanjut di Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan. Aksi mahasiswa menjadi anarkis karena keinginannya tidak terpenuhi. Sedikitnya tiga lokasi aksi diwarnai hujan batu.

Aksi anarkis dimulai di depan kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumiharjo. Sekitar 200 orang mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) melempari kantor gubernur dengan batu. Mereka menggedor-gedor pintu depan dan berusaha masuk. Sekitar 30-an polisi berusaha menghalau mereka.

Pintu tralis derek itu akhirnya dijebol mahasiswa. Mereka membawa pintu tersebut ke depan kampusnya yang berlokasi sekitar 100 meter dari kantor gubernur. Pintu itu kemudian digunakan untuk menghalangi jalan satu jalur ke arah timur kota.

Ketika berita ini ditulis, aksi massa menutup jalan masih berlangsung. Di kantor DPRD Sulsel juga terjadi hal yang sama. Sekitar 250-an mahasiswa dari Universitas Indonesia Timur (UIT) mencari anggota dewan. Kejadiannya pukul 17.30, otomatis anggota dewan sudah pulang ke rumah masing-masing.

Mereka geram dan memecahkan pintu masuk rumah rakyat itu. Sebanyak lima buah pintu dan jendela kaca mereka pecahkan. Lemparan batu juga diarahkan ke aparat yang berjaga. Pasalnya, saat memecahkan kaca mereka dihentikan oleh polisi .Setelah itu mereka membubarkan diri.

Tak berselang lama, mahasiswa UMI yang awalnya beraksi di depan kampusnya, berusaha menyerang ke sejumlah aparat polisi yang masih berjaga di bawah jembatan layang (fly over) yang berlokasi tidak jauh dari kantor DPRD Sulsel. Batu-batu yang mereka lemparkan beterbangan.

Polisi dan mahasiswa yang dibantu warga saling berbalas. Massa melempari polisi dengan batu, menggunakan busur dibalas dengan tembakan gas air mata oleh polisi. Hingga saat ini keributan masih berlanjut. {dis}

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.