Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Desember 2014 | 06:01 WIB
Hide Ads

Lagi Pegawai KPK Gadungan Ditangkap

Oleh : Santi Andriani | Kamis, 15 Maret 2012 | 14:50 WIB
Lagi Pegawai KPK Gadungan Ditangkap
Ilustrasi - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Polresta Barelang, Kepulauan Riau, menangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan, Jatmiko Istaryanto (JI) (45 tahun) warga asal Jakarta, Rabu (14/3/2012) malam.

JI kepada para korban, salah satunya Bupati Karimun Nurdin Basirum, mengaku penyelidik pratama KPK.

"Dia adalah aktor intelektual dalam kejahatan yang mengaku sebagai petugas KPK ini. JI ditangkap tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB di kosnya di Tiong Atas, Jakarta Selatan," ujar Kanit Jatanras Polresta Barelang Iptu Risman Panjaitan yang melakukan jumpa pers didampingi Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/3/2012).

Tadi malam, lanjut Risman, si pelaku dibawa ke kantor KPK untuk mendapatkan informasi apakah yang bersangkutan benar pegawai KPK atau tidak. Johan Budi menjelaskan JI tidak pernah tercatat sebagai pegawai KPK.

Penangkapan terhadap JI merupakan pengembangan dari penangkapan tiga pelaku lainnya pada bulan Januari lalu di Hotel Novotel, Batam yakani BU, RM dan IM.

"Dari mereka kita mendapatkan keterangan bahwa mereka berhubungan dengan seseorang di Jakarta, akhirnya tertangkap semalam si JI ini yang merupakan aktor intelektualnya," terang Risman.

Dari penangkapan di kosan JI, petugas Polresta dibantu dengan petugas Polda Metro Jaya menyita sejumlah barang bukti seperti surat panggilan palsu berkop surat KPK, dua kartu nama JI sebagai penyelidik KPK dan sebagai ajudan wakil ketua DPR RI, amplop ber-kop surat KPK, sebuah laptop dan printer berisi data-data.

"Jaringan ini dalam melancarkan aksinya ternyata menaruh kaki-kaki di beberapa LSM di daerah untuk mengumpulkan informasi terkait perkara dan korban-korbannya," jelas Risman.

Pengembangan kasus ini, jelas Risman, juga berdasarkan laporan korban sendiri yaitu Bupati Karimun yang mengaku dikirimi surat panggilan oleh si pelaku untuk datang menghadap penyelidik di gedung KPK pada hari Kamis beberapa waktu lalu.

"Korban mengaku sudah menyerahkan uang Rp5 juta, jadi ketika surat panggilan dikirimkan ada bargaining yang disampaikan pelaku bahwa tidak perlu datang ke KPK nanti akan diatur," jelas Risman.

Berapa besaran yang diminta pelaku, Risman mengaku ini masih dikembangkan. Johan Budi sendiri mengatakan bahwa si bupati tidak memiliki kasus di KPK. [bar]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Login with