Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 08:38 WIB

Penyidik Tak Cecar Nazar soal Fee Rp4,6 miliar

Oleh : Santi Andriani | Selasa, 13 Maret 2012 | 03:10 WIB
Penyidik Tak Cecar Nazar soal Fee Rp4,6 miliar
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Penyidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel mengungkapkan mengapa pihaknya tak pernah menanyakan perihal uang Rp4,6 miliar kepada Nazaruddin. Sebanyak empat kali pemeriksaan Nazaruddin menolak memberi keterangan terkait hal tersebut kepada penyidik.

"Awalnya terdakwa (Nazaruddin) saat menjadi tersangka, terdakwa tidak mau memberi keterangan. Itu cukup lama dan terakhir baru terdakwa mau memberi keterangan. Kami menilai saat itu tidak perlu kami tanyakan lagi karena tidak perlu lagi pembuktian," ujar Novel saat bersaksi bagi terdakwa kasus suap Wisma Atlet, Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (12/3/2012) malam.

Novel dihadirkan sebagai saksi verbal lisan yang dimohonkan tim pengacara Muhammad Nazaruddin.

Novel menjelaskan, penyidik telah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi Nazaruddin sebagai tersangka untuk menjelaskan perkara yang diketahuinya namun Nazaruddin tetap menolak menjelaskan. Hingga pada akhirnya penyidik berkesimpulan tidak lagi membutuhkan pengakuan dan fokus mencari pembuktian.

"Ada kemungkinan kami tidak memiliki waktu karena kami juga ke Palembang memeriksa saksi yang lainnya. Tetapi, yang jelas yang bersangkutan tidak mau memberi keterangan apapun sehingga kami lebih fokus kumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari yang lain," beber Novel.

Seperti diketahui, usai mendengarkan dakwaan Penuntut Umum, Nazaruddin dan pihak penasehat hukumnya menyatakan tidak mengerti dengan dakwaan jaksa. Mereka beralasan, Nazaruddin tidak pernah ditanyakan seputar penerimaan uang sebesar Rp 4,6 miliar terkait proyek Wisma Atlet seperti yang didakwakan.

Bahkan, kubu Nazaruddin mengatakan selama pemeriksaan mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat tersebut hanya ditanyakan seputar pelariannya di luar negeri dan bukan ditanyakan soal penerimaan uang Rp 4,6 miliar.[dit]

Komentar

x