Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 21:59 WIB

Ditegur Hakim, Pengacara Nazaruddin Walk Out

Oleh : Santi Andriani | Selasa, 13 Maret 2012 | 01:15 WIB
Ditegur Hakim, Pengacara Nazaruddin Walk Out
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta- Aksi walk out dilakukan oleh dua pengacara M Nazaruddin, Junimart Girsang dan Rufinus Hutahuruk dari persidangan. Aksi itu sebagai protes keduanya karena menganggap majelis hakim terlalu membatasi kliennya mengajukan pertanyaan kepada penyidik KPK, Novel yang dihadirkan sebagai saksi verbal lisan.

"Mana uang Rp4,6 miliar yang membuat saya jadi tersangka hingga saya menjadi terdakwa di sini itu?" tanya Nazaruddin ketika pada gilirannya mengajukan pertanyaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (12/3/2012) malam.

Novel pun menyatakan dirinya keberatan untuk menjawab karena menurutnya perkara itu sudah dilimpahkan ke pengadilan dan menjadi wewenang penuntut umum untuk membuktikannya.

Terang saja jawaban saksi tak memuaskan Nazar. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu pun kembali mencecar tentang keberadaan uang Rp4,6 miliar. Meski dicecar kembali, Novel tetap bersikeras bahwa hal itu bukan menjadi kewenangannya lagi.

Salah satu pengacara Nazaruddin,, Junimart Girsang, tiba-tiba menyahut. "Jangan-jangan dikantongi," ujar Junimart. Tuduhan itu pun menuai protes Novel. "Yang Mulia, saya keberatan dengan pernyataan itu. Itu tuduhan yang sangat serius," ujar Novel.

Hakim Ketua Dharmawati Ningsih pun mengeluarkan teguran terhadap Junimart. "Tolong penasihat hukum agar bisa menjaga sikap di persidangan, "Kalau tidak bisa menjaga sikap silakan meninggalkan persidangan," ujar Darmawati memperingati.

Ternyata teguran itu langsung ditanggapi serius Junimart. "Saya keluar, Yang Mulia," tandas Junimart. Sebelum keluar ruang sidang, Junimart sempat menantang Novel untuk melaporkan dirinya atas pernyataannya ke polisi. "Laporin ke polisi ya, saya tunggu. Masih anak baru saja.," gerutu Junimart.

Ternyata tindakan Junimart diikuti oleh rekannya yang lain, Rufinus Hutauruk. Dia juga memilih meninggalkan ruang persidangan. Karena sebelumnya Rufinus juga sudah terlibat perdebatan dengan Novel karena tak mau membeberkan alat bukti yang digunakan penyidik untuk menjerat Nazaruddin.

Seperti diketahui, Nazar didakwa menerima lima lembar cek senilai Rp4,6 miliar dari PT Duta Graha Indah (DGI). Cek itu merupakan fee karena Nazar telah membantu meloloskan anggaran proyek wisma atlet dan membantu PT DGI mendapat proyek wisma atlet.[dit]

Komentar

x