Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 08:35 WIB

"Ketua MA Jatuhkan Wibawa Bangsa"

Jumat, 2 Maret 2012 | 04:19 WIB
Presiden KAI, Indra Sahnun Lubis - IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI), Indra Sahnun Lubis, menyayangkan pernyataan Ketua Mahkamah Agung, Hatta Ali yang membolehkan pasukan keamanan Amerika Serikat ikut mengawal persidangan teroris di Indonesia.

"Itu sudah jelas tidak benar, memangnya persidangan di Indonesia ini tidak aman. Masak Ketua MA bersikap seperti itu, itu jelas menjatuhkan wibawa bangsa Indonesia," tegas Indra Sahnun kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (1/3/2012).

Indra menyesalkan Hatta Ali mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada salahnya pasukan keamanan AS membantu mengamankan persidangan teroris di negeri ini.

"Omongan Hatta Ali itu jelas menjatuhkan wibawa bangsa Indonesia, tidak seharusnya Ketua Mahkamah Agung berkata seperti itu, jelas tidak benar sekali," tukas Indra yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Badan Advokasi Nasional Demokrat (Nasdem) itu.

Menurut Indra, sejak dulu, ketika pengadilan di Indonesia menggelar persidangan terorisme, selalu aman. Dijelaskannya, belum ada tragedi dalam persidangan teroris yang mengakibatkan kericuhan.

"Dari persidangan terdakwa kasus Bom Bali sampai kasus-kasus terorisme lain, semuanya berlangsung aman. Kapan persidangan terorisme berlangsung tidak aman sampai mesti dikawal aparat keamanan Amerika Serikat?" tegas Sahnun lagi.

Jangankan aparat keamanan dari Amerika Serikat, sambung Sahnun lagi, aparat kemanan seperti polisi atau tentara saja tidak diperkenankan masuk ke ruangan persidangan dengan modus menjaga ketertiban. "Karena ruangan persidangan itu harus steril, sehingga tidak menakut-nakuti pencari keadilan," ujarnya lagi. "Tentara Amerika boleh masuk ke persidangan, tapi hanya sebatas penonton sidang, bukan ikut mengamankan. Salah kaprah kalau Mahkamah Agung ikut membolehkan," tandas Presiden KAI itu lagi.

Ruangan pengadilan Indonesia, sambung Sahnun lagi, mesti bebas dari intervensi aparat dari manapun. "Persidangan itu tempat mencari keadilan, bukan tempat menghukum orang, jangan sampai ada tentara Amerika di persidangan Indonesia, itu jelas memalukan wibawa bangsa kita," ujarnya lagi.

Memang, dalam persidangan Umar Patek, terdakwa kasus teroris yang diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terlihat beberapa aparat dari Amerika Serikat ikut mengawal jalannya persidangan dengan dalih membantu menjaga keamanan. Hatta Ali, ketua MA menyebut tindakan aparat keamanan Amerika itu boleh-boleh saja. [mar]

Komentar

x