Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 07:07 WIB

Diejek PSK, Mahasiswa PTN Nekat Buat Uang Palsu

Oleh : Suriani | Jumat, 2 Maret 2012 | 01:45 WIB
Diejek PSK, Mahasiswa PTN Nekat Buat Uang Palsu
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Makassar - Pernah berkunjung ke daerah lokalisasi dan tempat hiburan malam di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Muh. Farid Hermansyah (25) disepelekan seorang pekerja seks komersial (PSK) karena tak punya uang.

Berangkat dari kekesalannya, dengan berbekal sebuah printer berwarna serta kertas putih, ia pun nekat membuat uang palsu (Upal) dan menggunakannya sendiri. Alhasil, aksinya diketahui warga dan melaporkannya ke polisi, Rabu (29/3/2012) malam.

Dia yang masih terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Makassar ini, ditangkap Satuan Unit Khusus Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pelabuhan. Ia beralamat di Perumahan Telkomas di Jl Palapa IV, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Farid ditangkap di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, atas laporan warga yang mendapatinya membayar makanan dan minumannya dengan upal. Dari tangannya, polisi menyita uang palsu senilai Rp320 ribu.

Tak cukup sampai disitu, polisi melakukan pengemabangan ke kediaman tersangka. Di sana turut dimankan satu unit printer yang digunakan memalsukan uang palsu sebagai barang bukti. Di rumah tersangka, petugas lansung menyita uang enam lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu dan dua lembar uang pecahan Rp20 ribu.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Pelabuhan, Ajun Komisaris Polisi Sukri Abham mengatakan kepolisian melakukan pengamanan cipta kondisi di wilayah Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo. Ia mendapat informasi bahwa ada pengunjung membayar makanan dan minumannya di salah satu kios
menggunakan uang palsu.

"Dari informasi itu, kita mendatangi tempat yang dimaksud dan lansung melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap tersangka," ungkap Sukri, Kamis (1/3/2012) di kantornya.

Uang yang digunakan pelaku ternyata palsu, setelah diperiksa dan diterawang dengan teliti. " Kecurigaan kami dengan memegang kertas uang palsu yang sangat tipis dan halus. Itu beda dengan uang asli biasanya," terang Sukri.

Sementara, tersangka mengaku mencetak uang palsu lantaran sakit hati. Pasalnya, beberapa waktu lalu, pelaku diejek oleh salah seorang Pekerja Seks Komersial bernama Imel, karna dianggap kere.

Atas perbuatannya, maka ia terancam pasal 244 dan 245 KUH tentang uang palsu dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara. "Kita menjerat pelaku dengan pasal 244 dan 245 KUH Pidana tentang uang palsu dengan acaman hukuman 15 tahun penjara," pungkas Sukri. [mar]

Komentar

x