INILAH.COM, Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani turut mengapresiasi popularitas mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kalangan warga nahdliyin dan masyarakat luas secara umum.
Menurutnya, popularitas JK berangkat dari pribadinya yang memang tidak berjarak dengan semua kalangan. Karenanya dalam berbagai kesempatan, nama JK dipercaya publik layak menjadi Presiden 2014 mendatang.
"Orangnya kelihatan lebih dekat dengan masyarakat, tidak berjarak dengan masyarakat. Kemungkinan itu sangat terbuka bagi JK," terang Saiful kepada INILAH.COM, Jumat (24/2/2012).
Nama-nama yang bermunculan dalam survei LSI dan Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan mendapatkan dukungan publik, membuka peluang bagi JK. Kecuali jika dalam beberapa bulan ke depan muncul nama baru yang melebihi popularitas JK.
"Betul, temuannya sama, jadi itu terbuka kemungkinan kalau calonnya seperti Prabowo, Ical, bisa terbuka untuk JK. Jadi tergantung lawannya nanti, tapi kalau lawannya seperti itu peluangnya sangat besar," tambah Saiful.
Menurutnya, popularitas JK merupakan masalah figur. Berkaca pada apa yang dilakukan PPP dan PKB pada Pilpres sebelumnya, Saiful mengungkapkan bahwa hal itu mungkin saja terjadi pada JK. PKB dan PPP mendukung SBY karena saat itu keduanya mencermati dukungan masyarakat terhadap SBY sangat besar.
"Tetapi sekarang kan tidak ada SBY seperti itu, karena itu sangat mungkin mengambil calon bukan dari orang partai tetapi dicalonkan oleh koalisi partai-partai ini," jelasnya. [mah]