Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 06:31 WIB

Lapas Jatim Tampung 87 Napi Kerobokan

Jumat, 24 Februari 2012 | 21:23 WIB
Lapas Jatim Tampung 87 Napi Kerobokan
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Surabaya - Sebanyak 87 narapidana (napi) asal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan Bali diterima Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Manusia (Kemenkumham) Jawa Timur, Jumat (24/2/2012).

Dari jumlah tersebut 11 orang adalah napi perempuan dan 76 napi laki-laki dewasa. Kakanwil Kemenkumham Jatim Mashudi menyatakan pihaknya sudah mendapat perintah dari Ditjen Lembaga Pemasyarakatan untuk mendapat kiriman pemindahan napi tersebut. "Memang benar kami sudah mendapat perintah. Jadi hari ini ada 87 napi yang akan dipindah," kata Mashudi saat dikonfirmasi, Jumat (24/2/2012).

Mashudi menjelaskan, untuk 11 napi wanita akan dipindah ke Lapas Wanita Malang. Sedangkan yang pria rencana dititipkan ke Lapas Porong. "Pemindahannya melalui jalur darat. Mungkin ada beberapa napi yang diturunkan di Banyuwangi. Tapi tujuan akhirnya tetap Porong," jelasnya.

Mashudi mengaku belum mendapat kepastian jumlah napi yang akan diturunkan di Porong. "Sekarang kami masih melakukan koordinasi dengan Ditjen Lapas," terang Mashudi.

Untuk pengamanan proses pemindahan jalur darat ini lanjutnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polda Bali. "Kami tidak tahu jumlahnya dari Bali. Namun dari kami sudah memberangkatkan 15 orang petugas lapas untuk mengawal pemindahan tersebut," katanya.

Sedangkan pengamanan selama perjalanan di Jatim juga akan dilakukan secara estafet antar-polres.

Sebelum mendapat kepastian kiriman napi ini, Mashudi mengaku telah mengunjungi Lapas Kerobokkan Bali. Selain memantau keadaan, pihaknya juga berkomunikasi dengan sebagian penghuni atau kepada para petugas LP. Komunikasi tersebut adalah untuk mencari pemecahan agar konflik di lapas itu bisa tuntas.

Menurutnya, konflik tersebut dipicu karena ada permasalahan yang belum terseleseikan. Parahnya lagi, kondisi tersebut dimanfaatkan oleh kelompok napi lain yang memiliki ikatan batin yakni sama-sama menanggung hidup dalam penjara.

"Oleh karena itu seperti di Jawa Timur, saya minta jika ada masalah jangan dipendam meski antar sesama napi atau dengan petugas LP," terangnya. [beritajatim.com]

Komentar

Embed Widget
x