Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 7 Juli 2015 | 20:31 WIB
Hide Ads

Tokoh Capres Hasil Survei LSI Kedaluwarsa

Oleh : Ajat M Fajar | Jumat, 24 Februari 2012 | 14:47 WIB

Berita Terkait

Tokoh Capres Hasil Survei LSI Kedaluwarsa
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat tidak terlalu terpengaruh dengan nama-nama tokoh calon presiden (capres) yang menguat di survei Lembaga Survei Indonesia (LSI). Sebab, mereka dinilai tokoh-tokoh masa lalu.

"Itu kan tokoh-tokoh era masa lalu," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada INILAH.COM, Jumat (24/2/2012).

Menurut Sutan, hasil survei yang dikeluarkan LSI tidak bisa menjamin tokoh capres itu akan berhasil di Pilpres 2014. Sebab, survei LSI itu diposisikan apabila pemilu dilaksanakan pada bulan ini, sedangkan pelaksanaannya masih 2,5 tahun lagi.

"Yang terpenting bagi Demokrat sekarang ini adalah menguatkan partai, karena tahun 2012 adalah tahun kerja," tuturnya.

Untuk itu, dia mengemukakan Partai Demokrat tidak terlalu ambil pusing atas hasil survei yang menempatkan beberapa tokoh di posisi teratas. "Itu sudahlah, yang penting Partai Demokrat nanti ingin mengusung capresnya sendiri," kata dia.

Sebelumnya, LSI mengeluarkan hasil survei mengenai kandidat Capres 2014. Dalam survei itu ada beberapa tokoh yang masuk dalam tokoh terpopuler. Berikut nama-nama tokoh tersebut;

1. Megawati 15,2 persen
2. Prabowo 10,6 persen
3. Jusuf Kalla 7 persen
4. Aburizal Bakrie 5,6 persen
5. Sultan Hamengkubuwono X 4,9 persen
6. Wiranto 3,9 persen
7. Boediono 3 persen
8. Surya Paloh 2,6 persen
9. Hatta Rajasa 2,2 persen
10. Nama-nama lain 11,5 persen
11. Belum tahu 18,2 persen. [yeh]

2 Komentar

Image Komentar
WAWANBETTA - Jumat, 13 April 2012 | 13:29 WIB
Negara ini butuh seorang negarawan, dan itu hanya ada pada jk,
Image Komentar
DINI - Jumat, 24 Februari 2012 | 17:44 WIB
Cuman pak aburizal yaa yang fresh,hihihi, pengusaha sukses presiden,klop deh mimpin negara

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x