INILAH.COM, Jakarta - Peneliti Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi menegaskan bahwa semua calon presiden pada 2014 mempunyai peluang yang sama besar.
Hal ini karena semua nama yang belakangan kerap disebut akan mencalonkan diri tidak ada yang menonjol. Diperkirakan setahun menjelang Pilpres 2014 barulah bisa diperkirakan siapa kandidat kuat sesungguhnya.
"Pada 2004 dalam 7 bulan sebelum pemilihan, SBY masih di bawah Megawati. Namun 4 bulan menjelang pemilihan SBY mulai mengungguli Megawati, SBY saat itu (mendapatkan dukungan masyarakat 22 persen dan Megawati 18 persen," terang Burhanudin dalam pemaparan hasil survei mengenai 'Mencari Calon Presiden 2014' di kantor LSI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2012).
Berkaca pada Pilpres 2004, nama Megawati sejak 2 tahun hingga 6 bulan sebelum Pilpres unggul atas lawan-lawannya. Meski prosentasenya tidak terlalu besar, yakni antara 5 hingga 10 persen, namun enam bulan menjelang Pilpres peta berubah total.
Pola perubahan pilihan masyarakat itu, kata Burhanuddin, memberikan penegasan bahwa calon-calon yang lain yang belum dikenal masyarakat mempunyai peluang yang sama besar untuk menang dalam Pilres 2014 mendatang. "Apalagi waktu pemilihan masih jauh dan tidak ada nama yang sangat menonjol." [mah]