Senin, 21 Mei 2012 | 20:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jimly: Aneh DPD dan DPR Tidak Akur
Headline
Pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Sumitro
nasional - Kamis, 23 Februari 2012 | 03:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie menilai aneh hubungan DPD dan DPR, tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Fungsi lembaga DPD dalam hal legislasi, pertimbangan dan pengawasan selama ini menurutnya tidak maksimal, karena kenyataannya DPD kecenderungannya kerap diabaikan oleh DPR.

"Mekanisme hubungan antara kedua lembaga ini harus didudukkan secara lebih tepat. Untuk itu mestinya pimpinan kedua lembaga bisa berkomunikasi dengan baik dan mencari cara format yang baik," terang Jimly di Gedung DPR, Rabu (22/2/2012).

Ia memaparkan, mekanisme kerja DPR dan DPD sejauh ini memang diatur dalam konstitusi. Namun Undang-Undang menempatkan lembaga yang kini dipimpin Irman Gusman itu secara tidak efektif dan tidak kuat, sehingga dalam kenyataannya memunculkan problem diantara kedua lembaga ini.

Hal yang disebutnya sangat ironis, karena DPD yang dibentuk atas dorongan masyarakat luas dengan susah payah dan biaya mahal melalui Pemilihan Umum, tetapi ketika tiap anggota DPR terpilih tidak mampu menjalankan fungsinya secara efektif.

"Ada kecenderungan DPD selalu diabaikan oleh DPR. Ini ironi, membentuknya susah, Pemilu-nya mahal, tokohnya banyak orang hebat, tetapi ketika dia duduk disini kurang bisa berbuat apa-apa," tandas Jimly yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Solusi yang bisa dilakukan untuk mengembalikan fungsi dasar dibentuknya DPD, imbuh dia, harusnya ada dukungan publik untuk perbaikan sistem ketatanegaraan yang ada. Karena bila hal ini dibiarkan terus-menerus, keberadaan DPD akan terus diabaikan oleh DPR. Dukungan diberikan untuk memperbaiki Undang-Undang yang ada. Selebihnya, tambah Jimly, hubungan DPD - DPR itu akan bisa lebih efektif dari gaya kepemimpinan kedua lembaga itu.

"Kalau DPD pandai memanfaatkan hubungan yang baik, itu sebenarnya bisa. Tetapi sejak kepemimpinan Ginanjar (Kartasasmita) sampai sekarang selalu tidak klop, tidak maksimal,"ucapnya. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.