Find and Follow Us

Minggu, 19 Januari 2020 | 04:58 WIB

DPD Minta Pemilukada Bangka Belitung Tanpa Konflik

Oleh : Ajat M Fajar | Kamis, 23 Februari 2012 | 04:10 WIB
DPD Minta Pemilukada Bangka Belitung Tanpa Konflik
inilah.com/Dok
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Provinsi Bangka Belitung hari ini menggelar Pemiliukada untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2012-2017. Untuk itu banyak kalangan berharap Pemilukada ini berjalan dengan lancar dan terlaksana secara demokratis.

Anggota Komite I DPD yang membidangi otonomi daerah Tellie Gozelie mengatakan, Pemiilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung 2012 harus mampu mewujudkan demokrasi substansial dan kepemiminan transformatif.

"Pemilukada adalah bagian dr proses seleksi kepemimpinan demmokratis yang memang sudah menjadi pilihan bangsa kita dan diatur dalam undang-undang. Tentunya proses tersebut (Pemilukada) harus berjalan sesuai dengan aturan yg berlaku baik secara substansi maupun proseduralnya," ujar Tellie dalam rilisnya yang diterima INILAH.COM, Kamis (22/2/2012).

Menurutnya, secara substansi pemilukada harus mampu melahirkan kepemimpinan transformatif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah serta mampu menjadi ajang pendidikan politik bagi masyarakat bukan hanya ajang lima tahunan yang mendekonstruksi makna demokrasi itu sendiri.

Sementara secara prosedural, pemilukada harus berjalan sesuai dengan aturan yang ada baik dari sisi penyelenggara maupun peserta pemilukada itu sendiri. Penyelenggara dalam hal ini KPUD Provinsi Bangka Belitung harus objektif dan independen. Peserta dalam hal ini para calon gubernur dan wakil gubernur harus taat terhadap aturan yang telah ditetapkan undang-undang dan aturan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara (KPUD).

"Harapan saya yang telah saya kemukakan di atas dalam hal internal (penyelenggara dan peserta pemilukada) menjadi penting baik peserta maupun penyelenggara pemilukada mampu menerjemahkan secara substansial pemilukada yang menjadi bagian dari proses kepemimpinan demokratis," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, Pemilukada diharapkan mampu menjadi pembelajaran politik dan mencerdaskan wawasan politik masyarakat dengan bentuk program-program kampanye yang terukur.

"Tidak hanya mengumpulkan masyarakat dalam satu tempat kemudian diberikan hiburan, inilah yang saya maksud dengan pembodohan politik kepada masyarakat," jelasnya.

Apabila hal itu terlaksana dengan baik, maka potensi terjadinya konflik di masayarakat dalam pelaksanaan Pemilukada tidak akan terjadi.

"Pada umumnya masyarakat bangka belitung sudah terbiasa dengan perbedaan sehingga toleransi atas perbedaan itu sudah menjadi bagian dari sikap warga, termasuk perbedaan pilihan politik. Oleh karena itu saya sangat yakin pemilukada di Bangka Belitung tidak akan menimbulkan konflik horizontal di masyarakat," ungkapnya.

Komentar

x