Sabtu, 20 September 2014 | 02:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kronologi 'Penamparan' Petugas Bea Cukai Bandara
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Agus Rahmat
nasional - Kamis, 23 Februari 2012 | 00:40 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN Andi Taufan Tiro, dituduh telah menampar seorang petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, rabu (22/2/2012) pukul 19.15 Wib. Masalahnya hanya karena antrian.

Saat dikonfirmasi, Taufan membantah itu semua. Dia mengaku telah membaca isi pesan yang beredar tersebut dan mengaku bahwa itu tidak benar. Kejadian bermula ketika dirinya tiba dari Narita Jepang setelah acara Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR di mana dia anggotanya. Rombongan dipimpin oleh Tjahjo Kumolo, anggota Komisi I F-PDI Perjuangan.

"Saya memang rombongan terakhir," katanya membuka perbincangan, Rabu (22/2/2012) malam. Ceritanya, bermula ketika antrian di extrail saat menunggu barang. Antrian yang terlalu lama dan panjang, membuat penumpang marah. Termasuk para eks patriat dari Jepang. Hanya satu extrail yang dibuka sementara ada 2 lagi yang tidak digunakan. "Saya berteriak tolong dibuka lagi dong extrailnya. Semua orang melihat ke arah saya," katanya.

Walau setelah extrail itu dibuka lagi, ternyata dia dihampiri tiga orang petugas. Petugas ini menanyakan Taufan kenapa berteriak. "Mereka mengakunya masih sholat," katanya. Tetapi, lanjut Taufan, dia melihat kalau sebagian petugas justru sedang berkumpul dan hanya melihat antrian panjang tersebut.

Bahkan, seorang di antaranya mendekati dia sambil berkata 'kenapa? kenapa?'. Saat itu, Taufan mengaku mendorong orang tersebut. Namun, setelah kejadian itu, seorang komandan dari petugas ini, yang menurut pengakuan Taufan bernama Adrianus, mengatakan bahwa dia telah menampar anak buahnya.

"Padahal saya tidak menampar," elaknya. Adrianus meminta Taufan untuk meminta maaf. Jika tidak, dirinya akan ditahan di Bandara. Seorang petugas lainnya, meminta Taufan mengeluarkan identitasnya.

"Petugas ini mengijinkan saya keluar setelah melihat paspor saya. Tapi Adrianus ini tidak mengijinkan," katanya. Dia juga membantah membawa nama sebagai anggota DPR. Taufan yakin, bahwa petugas tahu dirinya sebagai anggota DPR ketika paspornya diperiksa.

"Saya tidak menyebut nama dan jabatan saya. Mungkin saat memeriksa pasport, kebetulan saya menggunakan paspor dinas DPR," katanya. Taufan juga mengaku kalau sudah meminta maaf kepada petugas yang didorongnya. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER