INILAH.COM, Jakarta - Sangat jarang pejabat negara memelihara jenggot. Salah satunya adalah Kepala Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf. Tak tanggung-tanggung ia memelihara jenggotnya sejak era 80-an silam.
Profil Kepala PPATK M Yusuf belum terlalu dikenal publik. Namanya pertama kali muncul saat mengungkap sejumlah rekening gendut milik Pegawai Negeri Sipil (PNS). Senin (20/2/2012) merupakan kali pertama Yusuf rapat dengan Komisi Hukum DPR sebagai mitra kerjanya. Pengganti Yunus Husein ini tak berbeda dengan pendahulunya. Pendirian dalam sikap cukup menonjol dalam karakternya.
Hal itu tercermin saat menjawab pertanyaan apakah lembaganya mendapat intervensi karena materi bahan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi Hukum terkait 2.000 transaksi mencurigakan milik anggota DPR distabilo. "Tidak ada intervensi. Kalaupun ada, kami tidak takut," ujarnya usai RDP dengan Komisi Hukum di gedung DPR, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (20/2/2012).
Meski tegas, namun Yusuf termasuk sosok yang ramah dan rendah hati. Hal itu terlihat saat INILAH.COM menanyakan jenggot yang ia biarkan tumbuh di dagunya. Dia mengaku, jenggot miliknya ia pelihara sejak di bangku kuliah strata 1 di Universitas Indonesia (UI). "Jenggot saya sudah lama dipelihara, sejak 1982, saat kuliah," aku Yusuf usai rapat dengan Komisi Hukum DPR.
Yusuf mengaku, belum pernah menggunduli jenggotnya. Yang ia lakukan, hanya sekadar mencukur agar terlihat rapih. "Tidak pernah saya gunduli, hanya dicukur. Kalau tidak dicukur, bisa panjang segini," paparnya seraya memperagakan tangannya persis di depan dada.
Dalam kesempatan tersebut Yusuf sedikit memberikan bocoran terkait profil dirinya. Ia mengaku saat masih mahasiswa di UI, pernah menjadi ketua pusat lembaga dakwah. "Saya dulu menjadi ketua lembaga dakwah," ungkap Yusuf. [mdr]