Senin, 21 Mei 2012 | 19:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
LSI Menilai PKS Tidak Loyal pada SBY
PKS: Hasil LSI Tidak Tepat
Headline
IST
Oleh: Agus Rahmat
nasional - Senin, 20 Februari 2012 | 06:10 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai bahwa hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan PKS tidak loyal terhadap SBY, kurang tepat. Bagi PKS, tidak semua yang diprediksi oleh pengamat adalah benar.

"Akurasi pengamat tidak selalu seratus persen (tepat)," ujar Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq kepada INILAH.COM, Senin (20/2/2012). Pernyataan ini menyikapi hasil LSI bahwa partai Golkar dan PKS cenderung tidak loyal terhadap Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Luthfi, hasil LSI itu adalah persepsi LSI. Bukan dari kebenaran yang selama ini ada. "Itu asumsi LSI. Sebagai pengamat boleh bicara apa saja," katanya.

Luthfi menjelaskan, bahwa antara loyalitas dan komitmen itu berbeda. Loyalitas hanya berlaku jika ada hubungan struktur. Sementara, antara PKS dan SBY tidak memiliki hubungan struktur kecuali komitmen koalisi hingga 2014 mendatang.

Hal ini yang menurutnya tidak bisa dibaca oleh para pengamat. Apalagi, dalam perjalanan koalisi ini, PKS adalah partai yang sering berseberangan dengan partai-partai koalisi lainnya seperti Demokrat, PAN maupun PKB.
"Pelaku politik tidak bisa dibaca sepenuhnya oleh pengamat," katanya.

Termasuk, dalam hal koalisi. Menurut Luthfi, ini yang susah dibedakan oleh pengamat. "Pengamat harus melihat bahwa koalisi adalah pembagian kerja untuk mencapai cita-cita bersama," katanya. Itu tertuang dalam kontrak koalisi yang disepakati antara PKS dengan SBY.

Sebelumnya, peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menilai dua partai di parlemen sangat loyal terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Dua partai dimaksud adalah PAN dan PKB.

Sedangkan dua partai pendukung SBY di Sekretariat Gabungan (Setgab) yakni Golkar dan PKS, tidak masuk dalam kategori partai yang loyal terhadap SBY.

"Kalau kami lihat partai-partai di Setgab, praktis hanya PAN dan PKB yang paling loyal terhadap pemerintahan SBY. Partai anggota Setgab yang lain memainkan politik dua kaki, terutama Golkar dan PKS," ungkap Burhanuddin saat memaparkan hasil survei di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2012). [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
Luthfi
Kamis, 23 Februari 2012 | 17:42 WIB
@akhmad : Memang tidak dihantui perasaan bersalah, tapi perasaan MARAH.... Samo bae oi, MARAH tu JAHAT, BUSUK...
ahong
Rabu, 22 Februari 2012 | 07:48 WIB
PKS ? Masih jauh lebih baik dari partai lain ... PKS punya sistem punishmen yang jelas dan tegas kalau ada kader yang salah, sekecil apa pun kesalahan ..sdgkan partai lain malah melindungi kadernya yg salah ...liat aja Demokrat, Golkar dan PDI-P makin hari makin banyak yg korupsi, nyabu, main perempuan ..hiiii ngerriii
bajul
Selasa, 21 Februari 2012 | 16:41 WIB
Namanya juga pengamat, jualannya survey. Tapi bener juga sih, kalau PAN loyal. Kan besan-nya SBY.
akhmad
Selasa, 21 Februari 2012 | 10:00 WIB
Survey LSI boleh tidak tepat, Tapi kalau saya (rakyat)bicara pasti tepat,Saya salah satu Calon Simpatisan PKS,Tapi belum memilih,baru niat. Mengikuti perkembangan PKS sampai saat ini Tidak ada yg berbeda dengan Partai lain,Jadi dengan sangat Berbahagia saya Cabut Niat saya untuk Mendukung PKS. Back to Basic,Menjadi Golput hati Tenang Tidak Dihantui Perasaan Bersalah.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.