INILAH.COM, Jakarta – Seorang remaja (gombal) tentu mengklaim ungkapan cintanya berasal dari lubuk hati yang paling dalam. Tapi, tahukah Anda tingkatan hati itu menurut Tasawuf?
Cendekiawan Muslim Jalaluddin Rakhmat mengatakan, tingkat hari yang paling luar disebut Shadr (dada) dan tingkat hati yang lebih dalam disebut Qalb. Lebih bawah lagi disebut Fu’ad dan tingkatan hati yang paling dalam disebut Lub.
Menurut Jalal, orang yang perjalanannya hampir mencapai hati yang paling bawah disebut ulul albab. “Itu adalah tingkatan yang paling luar biasa karena kalau perjalanan sudah sampai pada hati yang paling dalam, kita akan menemukan sirul asral, rahasia dari segala rahasia,” ujarnya.
Sebenarnya, lanjut Jalal, perjalanan kita mendekati Tuhan ialah untuk menyerap cahaya Allah Swt. Kalau kita sudah sampai pada Lub, Tuhan akan menarik kita lebih dalam dengan bantuan-Nya.
Imam al-Ghazali menyatakan hal ini ketika menjelaskan tentang misykat cahaya. Ia menulis, “Perumpamaan cahaya Allah itu seperti misykat, lampu yang disimpan di sebuah di sebuah relung.”
Menurut Jalal, hati kita yang paling dalam itu bercahaya. “Kalau kita bersihkan hati itu, cahaya akan keluar dan cahaya itu disambut cahaya Tuhan dari langit. Bertambahlah cahaya itu di atas cahaya, nurun ‘ala al-nur.
Jadi, kata Jalal, ketika kita berkata, “Ihdinash shirathal mustaqim”, sebetulnya kita berkata, “Tuhan berikanlah petunjuk kepadaku dan tambahlah petunjuk itu.” [Bersambung. Sumber: Jalaluddin Rakhmat, Meraih Cinta Ilahi: Pencerahan Sufistik, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000, h. 397-398).