INILAH.COM, Jakarta - Ratusan orang yang tergabung dalam Sekretariat Bersama LSM se-Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berunjuk rasa di depan Gedung KPK, menuntut penuntasan kasus di daerah kabupaten ini.
Sebelumnya, demonstran ini telah melaporkan kasus penyimpangan anggaran dalam Proses Penganggaran dan Kebijakan Anggaran Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kota yang diduga merugikan keuangan nagara Rp5 miliar ke KPK.
"Kami mendukung upaya KPK memberantas korupsi. Namun, kami berharap dugaan penyimpangan anggaran yang kami laporkan ditindaklanjuti. Masyarakat Kabupaten Banyuwangi telah memberikan dukungan," ungkap Koordinator Sekber LSM se-Kabupaten Banyuwangi, Mas Soeroso saat unjuk rasa tersebut, Kamis (16/2/2012).
Dalam aksi ini, para demonstran membentangkan spanduk dan poster di antaranya bertuliskan "Berantas Korupsi Tanpa Ragu, Ayo KPK, Maju Pantang Mundur, Berantas Tikus-tikus Negara."
Demonstran juga meminta KPK terus menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Sebab, yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi dinilai sebagai penyelundupan hukum karena proyek penataan RTH itu tidak ada dasar hukumnya.
Dalam musyawarah rencana pembangunan 2010 sebagai dasar penyusunan RAPBD 2011, tidak ada usulan untuk Pembangunan Penataan RTH. “Proyek itu tidak dianggarkan dalam APBD 2011,” ujar Soeroso saat berorasi.[yeh]