INILAH.COM, Jakarta - Dua orang meninggal (sebelumnya diberitakan delapan orang), 28 orang terluka, 10 rumah, sekretariat partai dan kantor Badan Pusat Statistik terbakar di Kaburaga, Tolikora, Papua akibat kerusahan massa.
Kerusuhan itu dipicu oleh pertikaian dua kubu kandidat calon bupati di Kabupaten Tolikara Papua, yakni antara kubu yang diusung oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat.
Pemilihan kepala daerah Tolikara direncanakan berlangsung 17 Februari 2012. Saat ini merupakan masa tenang dalam tahapan pemilu itu, tapi situasi justru memanas.
Dua pasang kandidat kepala daerah Kabupaten Tolikara yang akan mengikuti Pemilukada adalah pasangan John Tabo (incumbent) – H Edi Suyanto yang diusung Partai Golkar dan Usman Wanimbo – Amos Jikwa yang diusung oleh partai koalisi.
Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution mengatakan, pertikaian itu dipicu oleh ketidaksetujuan salah satu calon terhadap Panitia Pemilihan Daerah (PPD) yang dipilih oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).
"Ada pun penyebabnya, adanya dari pihak incumbent, John Tabo dan Edi Suyanto tidak mengakui adanya PPD yang diangkat KPUD Kabupaten Tolikora pada 24 Januari 2010 (sebelumnya disebutkan 4 Januari 2010). Di mana oleh mereka, ini dinilai sangat berpihak pada koalisi," ujar Saud di Mabes Polri, Kamis (16/2/2012).
Sebelumnya, pada 21 Januari 2012 lalu, satu orang tewas, Yusuf Yikwa (16), saat bentrok antara pendukung John Tabo dan pendukung Usman Wanimbo. Bentrokan itu bermula dari saling menghina antar pendukung. Sementara hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
Bentrok mulai memanas lagi sejak Selasa 14 Februari 2012. Bentrokan itu menyebabkan sejumlah bangunan terbakar. Massa membakar posko pemenangan Partai Demokrat. Aksi pembakaran itu menyebabkan kantor Badan Pusat Statistik (BPS) setempat ikut terbakar.
Menurutnya, situasi Tolikara sudah mulai memanas sepekan belakangan. Massa pendukung dua kandidat terlihat saling mempertontonkan kekuatan masing-masing. [mvi]