INILAH.COM, Jakarta - Inisial nama, belakangan menjadi tren para politisi. Maksudnya untuk menyingkat nama menjadi pendek. Salah satu yang populer dengan nama inisial di antaranya Ketua Fraksi Partai Demokrat M Jafar Hafsah.
Presiden SBY bisa disebut menjadi pelopor menggunakan nama inisial yang dimulai saat Pemilu 2004 lalu. Hal ini diikuti oleh para politisi lainnya. Sebut saja JK sebagai inisial nama Jusuf Kalla, Wakil Presiden periode 2004-2009.
Kondisi ini pula yang terjadi dengan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI M Jafar Hafsah. Ia populer dengan inisial 'MJH', kependekan dari Muhammad Jafar Hafsah. Ia mengaku, inisial ini telah ia pakai sejak mahasiswa. "Inisial itu mulai dari mahasiswa, buku kuliah dan teksbook distempel MJH," katanya kepada INILAH.COM melalui pesan singkat, Selasa (14/2/2012).
Jafar mengaku inisial itu telah populer di internal Partai Demokrat, Fraksi Partai Demokrat, termasuk koleganya saat masih berdinas di Departemen Pertanian. Namun, politikus asal Sulawesi Selatan ini mengaku, inisial MJH ini bukan tanpa masalah.
Ia mengaku, anak bungsunya sempat memprotes penggunaan inisial MJH itu. "Saya ditergur anak bontot saya jangan ikut-ikutanan dong Pa. Saya jawab Papa sejak mahasiswa sudah populer dengan MJH, apalagi papa mahasiswa teladan," kenang Jafar.
Dia mengaku, inisial namanya ini juga cukup efektif saat kampanye Pemilu 2009 lalu. Tagline 'MJH Sahabat Petani' menjadi brand bagi Jafar dalam kampanye pemilu lalu. "Pada waktu kampanye Caleg, inisial saya menjadi tagline kampanye, 'MJH sahabat petani'," tambah Jafar.
Saking populernya inisial tersebut, anggota Komisi Pertanian DPR RI ini mengaku, konstituennya justru lebih mengenal inisial MJH ketimbang nama lengkapnya.