Senin, 21 Mei 2012 | 19:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Hasrul Azwar
Gerakan Indonesia Tanpa FPI Diskriminatif!
Headline
Hasrul Azwar - inilah.com/R Ferdian Andi R
Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Rabu, 15 Februari 2012 | 00:43 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta- Aksi masyarakat mengusung Gerakan Indonesia Tanpa FPI Selasa (14/2/2012) diJakarta direspons sinis oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) Hasrul Azwar.

Hasrul Azwar mengatakan Gerakan Indonesia Tanpa FPI merupakan aksi diskriminatif. "Gerakan Indonesia tanpa FPI itu diskrminatif, karena gerakan itu membantah sebuah fakta di tengah-tengah masyarakat. FPI itu ada dimana-mana," katanya kepada INILAH.COM di gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/2/2012). Berikut wawancara lengkapnya:

Apa respons Anda terkait aksi yang menimpa FPI beberapa waktu lalu di Kalimantan Tengah?

FPI harus mengakui itu sebuah organisasi yang dinamis, ingin menegakkan kebenaran, sebuah organisasi yang dibangun dalam perspektif keislaman, kedamaian, kejujuran, dan kebenaran. FPI tidak bisa disangkal, merupakan sebuah kekuatan yang memang bisa dihandalkan.

Namun di samping itu, kita minta FPI bisa juga menegakkan sebuah citra Islam yang penuh kedamaian. Islam itu, agama damai, maka organisasi yang mengatasnamakan agama tentu harus menampilkan kedamaian. Maka seluruh organisasi Islam, termasuk FPI harus mencitrakan Islam penuh kedamaain. Jadi tidak benar juga, gerakan Indonesia tanpa FPI.

Apa dibenarkan aksi gerakan Indonesia tanpa FPI?

Tidak boleh juga, kita memiliki konstitusi yang mengakui hak berpendapat, mendirikan organisasi, perkumpulan yang dijamin oleh konstitusi. Indonesia harus bersama FPI dalam konteks kedamaian. Indonesia seiring sejalan dengan FPI. Indonesia harus bergandengan tangan membangun umat yang penuh cinta pada kedamaain. Islam tidak dibangun dengan kekerasan. Maka Indonesia dan FPI harus saling memiliki.

Jadi gerakan ini tidak dibenarkan?

Gerakan Indonesia tanpa FPI itu diskriminatif, karena gerakan itu membantah sebuah fakta di tengah-tengah masyarakat. FPI itu ada dimana-mana.
Sebagai partai Islam, apa yang dilakukan PPPke FPI?

Tidak harus terlalu dibesarkan berita miring tentang FPI. Kita harus ambil hikmahnya, di samping kita minta FPI untuk lebih menata diri. Melakukan sebuah pembinaan yang menghapus citra FPI sebuah organisasi garis keras.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
11 Komentar
I Love Peace
Jumat, 2 Maret 2012 | 16:57 WIB
Kalau saja aparat tidak lemah, mungkin FPI tidak akan mengambil tindakan. FPI harus tetap ada, tapi harus lebih mengedepankan perdamaian sebelum ambil tindakan. Orang yg menuntut FPI bubar tidak lain hanyalah orang yang suka bermaksiat.
suranto
Jumat, 24 Februari 2012 | 18:12 WIB
kalau ada yang sering menggunakan cara-cara anarkis satu kesimpulan Aparat Penegak Hukum Lemah. Jangan salahkan FPI dan yang lain-lain itu. Negara harus mampu mengatasi semua kelompok dan golongan yang ada ...
Bukan_Jailani
Jumat, 24 Februari 2012 | 10:08 WIB
Hei..Jailani...kamu jangan tinggal di Indonesia dah...cari aja negara lain yg menurut lo baik,lo cari makan di indonesia belagu lo..
kusen
Selasa, 21 Februari 2012 | 15:58 WIB
FPI n Ahmadiyah konteknya beda prend...Ahmadiyah katanya Islam tp mengakui adanya nabi stlh nabi Muhammad (nabi ke 26) makanya umat islam ga stuju dgn adanya Ahmadiyah kecuali JIL n non muslim n utk diketahui aja bhw Amadiyah di pakistan yg sbg tmpt kelahirannya di anggap sesat n terlarang
ogud
Senin, 20 Februari 2012 | 00:38 WIB
lalu tuntutan FPI agar Ahmadiyah dibubarkan apa tidak diskriminatif juga..?? sama saja dong..!! BUBARKAN FPI..!!
wewe
Minggu, 19 Februari 2012 | 21:47 WIB
benar, itu deskriminatif orang yg diancam sama dayak fpi ko, i love fpi ,indonesia tak sedap tanpa fpi , yang harus di bubarkan JIL si ulil yang berlindung di bawah ketiak demokrat dan merusak demokrat
nanda
Minggu, 19 Februari 2012 | 15:47 WIB
Hanya orang bodoh yg ingin FPI Bubar..
nanda
Minggu, 19 Februari 2012 | 15:44 WIB
Indonesia masih perlu 1000 FPI lagi,agar indonesia bebas dari kaum yg gemar kemksiatan, Allahu Akbar...
wan michael renji
Sabtu, 18 Februari 2012 | 14:15 WIB
Bubarkan.....FPI....bubarkan FPI
coki
Kamis, 16 Februari 2012 | 19:12 WIB
di alinea ke-2 "FPI itu ada dimana-mana". Pelacuran juga ada dimana-mana kok pak. Jadi boleh juga dong pak.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.