INILAH.COM, Jakarta - Jelang persidangan gembong teroris Umar Patek, Senin (13/2/2012). penjagaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat diperketat. Sebanyak 200 personil keamanan dari Polda Metro dan Polres Jakarta Barat dikerahkan.
"200 personil kepolisian kita kerahkan untuk mengamankan sidang Umar Patek," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Rikwanto, saat dihubungi, Senin (13/2/2012).
Dijelaskan Rikwanto, pengerahan personil keamanan tak hanya dari Polda Metro Jaya, tapi melibatkan petugas kepolisian dari Polres Jakarta Barat. "Kita kerahkan personil kepolisian agar persidangan berjalan dengan lancar dan aman," harapnya.
Rencananya, pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian sifatnya berlapis, mulai dari penjagaan pintu masuk PN, hingga berjalannya sidang di ruangan sidang.
Pengamanan yang ketat dilakukan, apalagi mantan jebolan Akademi Militer Mujahidin angkatan 1991 ini, konon merupakan orang dekat Osama bin Laden.
Umar Patek di Abbottabad, Pakistan, pertengahan tahun 2012 lalu oleh kepolisian Pakistan. Selain alumnus Akademi Militer Mujahidin, Patek juga merupakan instruktur di kamp militer Jemaah Islamiyah di Hudaibiyah, Mindanao Selatan, Filipina.
Kabarnya, karena dianggap berbahaya, pemerintah Amerika pun menghadiahi satu juta dollar US, bagi siapa saja yang menangkap pria yang piawai merakit bom dan ahli strategi perang ini.[dit]