INILAH.COM, Sidoarjo - Haul kedua almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di GOR serba guna Sidoarjo jadi ajang silaturrahmi, para kyai yang dulu teman dan pengagum Gus Dur.
Tampak hadir, dibarisan depan pentas acara, Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf, KH Abdul Hakam dari Tebuireng Jombang, KH Nawawi Sumenep, KH Ahmad Syahid Jabar, Gus Nizam Sidoarjo, KH Sholeh Sahal Surabaya, KH Husein Ilyas Mojokerto, KH Rofiq Siradj Jabon Sidoarjo dan para kyai lainnya.
Para kyai yang hadir juga diberikan kesempatan mengenang figur Gus Dur. Seperti diutarakan KH Hakam, Gus Dur adalah seorang kyai yang luar biasa dalam segi apapun. "Figur seperti Gus Dur masih sangat diperlukan untuk negara Indonesia," tuturnya, Minggu (12/2/2012).
Nyai Hj Shinta Nuriyah isteri Gus Dur juga beranggapan sama, Gus Dur bukan lagi warga negara Indonesia. Tapi jasa Gus Dur masih terus dikenang di NKRI. Dia berterima kasih masih banyak orang yang sependapat dengan Gus Dur dalam berjuang di negara yang kita cintai ini.
"Meski Gus Dur sudah tidak bersama kita, tapi perjuangan yang pernah di contohkan, seperti membela kaum minoritas, melawan penindasan dan mengedepankan sisi sosialnya, harus kita teruskan," terang Ny Shinta disambut teput tangan ribuan jamaah yang hadir di haul.
Begitu juga dengan yang disampaikan Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid), perjuangan yang dicontohkan Gus Dur perlu ditiru demi kemakmuran dan kemaslhatan negara indonesia. Gus Dur termasuk salah satu orang yang tulus dalam berjuang dan sama sekali tidak mementingkan kebutuhan pribadi hingga masa akhir hayatnya.
"Seorang Gus Dur sangat diapresiasi dalam membela rakyatnya," tandasnya.
Yang kita lihat sekarang, lanjut Yenny, semua pejabat seakan bergelimpang dengan kemewahan. Sedangkan Gus Dur sangat kita kenal dengan kesederhaan. Masih adanya kaum yang tertindas, kita ingat semasa Gus Dur selalu membelanya.
Sekarang pula, hukum ternyata tumpul bagi penguasa dan yang punya duit. Namun berguna bagi orang jelata, pengambil sandal, pengambil pisang, piring dan sebagainya. "Dari semua itu, para pengagum dan pecinta Gus Dur, harus terus berjuang seperti apa yang di contohkan Gus Dur," papar dia.
Dalam haul kedua Gus Dur itu, Nyai Shinta Nuriyah yang juga didampingi puteri bungsunya Inayah Wulandari, juga memberikan atau mewariskan tongkat Gus Dur ke Yenny. Kata Yenny, tongkat ini tidak akan dia miliki atau nikmati sendiri.
Tongkat hanya simbolis dan nanti akan dirinya bagikan kepada semua pendukung dan pecinta Gus Dur. "Mari kita terus berjuang seperti yang sudah dicontohkan Gus Dur," ajak Yenny dengan dapat sambutan aplaus pula dari ribuan jamaah. [beritajatim.com]