INILAH.COM, Jakarta - Rekomendasi Dewan Kehormatan (DK) Partai Demokrat berupa sanksi kepada Sudewo ditanggapi dingin yang bersangkutan. Dia menganggap masalah tersebut selesai.
Sekretaris Divisi Pembinaan Organisasi DPP Partai Demokrat Sudewo tidak menampik bila dirinya pernah dipanggil Komisi Pengawas Partai Demokrat. Bedanya, Sudewo mengaku dipanggil awal Desember tahun lalu, bukan awal Februari seperti disampaikan Sekretaris Komwas Partai Demokrat Suaedy Marasabesy.
"Saya dipanggil awal Desember tahun lalu. Terkait klarifikasi mekanisme pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) di daerah-daerah," aku Sudewo kepada INILAH.COM, melalui saluran telepon, Minggu (12/2/2012).
Menurutnya, ia mulanya diindikasikan melakukan pelanggaran etika partai. Namun dalam pertemuan tersebut, sambung Sudewo, hanya menanyakan soal mekanisme pelaksanaan Musda Partai Demokrat.
Sudewo menjelaskan, dalam pelaksanaan Musda dan Muscab, ada kandidat yang kalah dan menang. "Nah, kandidat yang kalah merasa kurang happy dengan saya, sehingga menyampaikan informasi yang miring. Itu yang dibutuhkan klarifikasi ke saya," kata Sudewo.
Sudewo mengaku tidak mengetahui bila dirinya direkomendasikan mendapat sanksi dari DK Partai Demokrat. "Saya malah ga mendengar. Saya yakin tidak melanggar kode etik. Saya sudah konfrimasi langsung ke Pak TB Silalahi tidak ada (sanksi)," ungkapnya. [fer]