Senin, 21 Mei 2012 | 19:03 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Cegah Bentrok Susulan, 400 Aparat Berjaga di Sigi
Headline
foto:ilustrasi
Oleh:
nasional - Minggu, 12 Februari 2012 | 13:01 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Palu - Sedikitnya 400 aparat gabungan dari TNI dan Polri berjaga di perbatasan dua desa yang bertikai, Desa Watunonju dan Desa Oloboju, di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (12/2/2012).

Penjagaan diperketat menyusul isu akan adanya bentrok susulan setelah seorang dikabarkan meninggal dunia karena terkena anak panah pada dadanya.

Ratusan petugas itu didatangkan dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1306 Donggala, Batalyon Infanteri 711/Raksatama Palu, Brimob Polda Sulawesi Tengah, serta dari Kepolisian Resor Donggala.

Komandan Kodim 1306 Donggala Letnan Kolonel (Inf) Rudy Wahyudiono mengatakan, pengerahan personel TNI itu dimaksudkan untuk membantu proses pengamanan pascabentrok antarwarga kedua desa.

"Jika situasi dinilai aman dan kondusif maka pasukan TNI akan menarik diri," katanya.

Bentrokan antarwarga itu terjadi ketika sejumlah warga Desa Watunonju menyerang petani asal Desa Oloboju yang sedang mengambil air di daerah perbatasan kedua desa.

Penyerangan oleh warga Desa Watunonju dengan berbagai senjata di antaranya panah, menyebabkan Lasiama (66) tewas.

Bentrok tersebut juga melukai sejumlah orang karena terkena lemparan batu, senjata tajam, serta terkena tembakan senapan angin.

Kondisi di perbatasan kedua desa saat ini dilaporkan kondusif meski masih ada sejumlah kerumunan massa.

Sementara itu, Kepolsian Daerah Sulawesi Tengah sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui kronologis kejadian.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait bentrokan yang menyebabkan tewasnya seorang warga itu.

Korban bentrokan telah dimakamkan keluarga disaksikan Bupati Sigi Aswadin Randalembah dengan kawalan petugas keamanan.

Bupati Aswadin meminta warganya tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu penyerangan sehingga membuat situasi semakin tidak aman.

Dia juga meminta warga untuk percaya sepenuhnya kepada petugas keamanan agar bisa menemukan pelakunya.

Di Kabuapten Sigi sering terjadi tawuran antarwarga. Pada akhir 2011, bentrokan serupa juga terjadi di Desa Pakuli, Kecamatan Kulawi, Sigi, yang menewaskan satu orang. [ant]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.