Senin, 21 Mei 2012 | 19:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tak Sebut Nama
Demokrat Jatuhkan Sanksi Kepada Kader Partai
Headline
Ketua Dewan Pengawas Partai Demokrat (PD) TB. Silalahi - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Marlen Sitompul
nasional - Minggu, 12 Februari 2012 | 02:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Sekretaris Dewan Kehormatan (DK) yang juga Ketua Dewan Pengawas Partai Demokrat (PD), TB. Silalahi mengakui DK PD telah mengirimkan surat rekomendasi kepada DPP PD untuk menindak beberapa kader-kader PD yang terlibat dalam berbagai tindak kejahatan korupsi.

Namun demikian, pihaknya masih enggan menyebutkan nama-nama yang dia maksudkan. DK, lanjut TB, menyerahkan sepenuhnya kepada DPP partai untuk menindaklanjuti hal tersebut.

"Dewan Kehormatan Partai Demokrat sudah kirim surat rekomendasi untuk menindak beberapa kader PD. Kami sendiri tidak boleh mengatakan siapa-siapanya karena itu akan melanggar etika. DPP lah yang harus mengumumkan hal itu sebagai tindak lanjut rekomendasi yang kami berikan. Mereka yang harus mengumumkan hal itu. Kita beri tempo tujuh hari,” ujar TB Silalahi yang akrab disapa Opung, di Jakarta ,Sabtu (11/2/2012).

DPP menurutnya wajib menindaklanjuti hal itu karena kalau tidak ada tindaklanjut, maka DK berhak memanggil DPP untuk mempertanyakan rekomendasi tersebut.

“Kalau dia berjanji tapi dia nggak mau nurut kan ada kode etik. Kalau dia gak mau, ya apa boleh buat Ini menjadi tugas DPP mengumumkannya,” jelasnya.

Opung pun membantah melempar bola panas kepada Anas karena harus mengumumkannya pemecatan kedua orang yang dikenal sebagai ring satu Anas, TB Silalahi membantahnya.

“Ini bukan melempar bola panas, tapi ini itikad untuk membenahi partai. Saya yakin Ketua Umum Anas Urbaningrum juga ingin membersihkan partainya. Kalau dia tidak mau, nanti malah merugikan partai dan merugikan dia,” tegasnya.

Untuk itu ia menyesali sikap kader-kader PD saat ini, padahal jelasnya dalam AD/ART PD hanya 3 hal yang harus dipatuhi dalam menjalankan politik yaitu, santun, bersih dan cerdas.

“Padahal dalam AD/ART 3 hal saja yang harus dituruti santun, bersih cerdas. Kalau ini diikuti kan jadi dan aman.Sekarang kondisinya tidak cerdas misalnya karena ada saling serang antar kaderDengan kondisi ini kan , kompetitior senang,” imbuhnya. [mar]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.