INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah partai politik tersandera oleh kasus-kasus korupsi yang menyeret kader-kadernya. Akibatnya, citra parpol menjadi tercoreng.
Pengamat politik dari Universitas Gajah Mada (UGM) Arie Sujito mengusulkan agar parpol membuat komitmen khusus dengan kadernya yang duduk di DPR apalagi yang menjabat di posisi tertentu seperti kementerian, Badan Anggaran (Banggar) DPR, BURT dan Komisi.
"Ke depan apakah partai punya kemampuan mendesiplinan kader. Misalnya membuat komitmen kalau kader itu menjadi tersangka atau terlibat harus dipecat," ujar Arie kepada INILAH.COM, Sabtu (11/2/2012).
Selama ini partai-partai selalu bertahan dengan posisi kadernya yang terseret oleh kasus-kasus korupsi. Sehingga hal itu berdampak kepada citra partai itu sendiri di mata publik. "Sekarang ini kan semuanya menunggu proses hukum, sehingga partai-partai tersandera," imbuhnya.
Arie menegaskan, jika partai-partai tak mau tersandera dengan kasus-kasus korupsi, partai politik harus memiliki sikap tegas kepada kadernya yang terseret kasus korupsi. "Kalau tegas dinonaktifkan dulu dari DPR sambil menunggu proses hukumnya," tandasnya. [mah]