Senin, 21 Mei 2012 | 18:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Warga Dayak Tolak Pembentukan FPI Palangka Raya
Headline
IST
Oleh:
nasional - Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:20 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Palangka Raya - Ribuan masyarakat Suku Dayak melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Besar yang menyatakan secara tegas menolak keberadaan Front Pembela Islam (FPI) berada di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Sabtu (11/2/2012), aksi unjuk rasa tersebut tidak hanya dilaksanakan di Bundaran Besar, tapi juga di Bandara Tjilik Riwut dengan tujuan menolak kehadiran pendiri FPI Habib Rizieq yang akan mengadakan tabligh akbar.

Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (Kalteng) Lucas Tingkes mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng agar melarang pembentukan FPI.

"Kami khawatir keberadaan FPI tersebut membuat masyarakat tidak tenang, sebab selama ini organisasi tersebut sudah banyak melakukan kegiatan yang sering membuat keresahan di masyarakat. Sedangkan selama ini kerukunan beragama di Kalteng sangat kondusif," katanya.

Ia meminta kepolisian agar tidak memberikan izin dan membatalkan rencana pelantikan pengurus FPI di wilayah Kalteng. Kalteng yang selama ini menjaga keharmonisan masyarakat serta kerukunan antarumat beragama, tidak ingin keadaan tersebut dirusak dengan hadirnya FPI.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Dayak Indonesia Kalimantan Tengah (GPDI-KT) Yansen A Binti mengutarakan, kawasan setempat tidak memerlukan FPI, sebab sudah ada organisasi antarumat beragama, yakni Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda)

"Semua organisasi tersebut tujuannya untuk memelihara serta menjaga kerukunan masyarakat antarumat beragama di Kalteng, jadi untuk apalagi ada FPI yang selama ini pada pemberitaan selalu melakukan aksi anarkis dalam mengambil keputusan," ucapnya.

Aksi unjuk rasa yang dilaksanakan di Bandara Tjilik Riwut mengundang banyak perhatian masyarakat. Sebab, aksi ribuan massa tersebut terus meluas, setelah konvoi dan mengepung Bandara Tjilik Riwut Sabtu pagi juga mengepung rumah Habib Muhri di Jalan Meranti dan membakar tenda tempat rencana pelantikan Pengurus FPI Kalteng. [ant]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.